Pertemuan Ke-3 APP 2019, Lingkungan Markus IV Berhikmat Dalam Masyarakat

 

Pertemuan ke-3 APP 2019 diselenggarakan di kediaman Kel. Bp. Purwoko, pada tanggal 24 Maret 2019. Dalam dinginnya malam dan hangatnya suasana kekeluargaan, berhimpun warga kurang lebih tiga puluh (30) orang untuk memperdalam dan berbagi pengalaman iman.

Bacaan Kitab Suci kali ini yaitu Sirakh 4:1-10. Sebagai pengetahuan, Kitab Sirakh merupakan bagian dari kitab-kitab kebijaksanaan yang isinya adalah ajaran moral dan etika tentang cara manusia bersikap di dunia. Bacaan tersebut mengajak berbuat baik bagi sesama, antara lain, cara bersikap :

  1. terhadap orang miskin,
  2. orang yang kekurangan,
  3. menempatkan diri menjadi pemimpin yang disayangi anggotanya
  4. hormat kepada atasannya
  5. berani melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan
  6. berbuat baik tanpa pamrih, tulus, dan total demi kebaikan yang dibantu
  7. mengutamakan kepentingan umum

Sebagai seorang Kristiani, tentunya setiap tindakan dilakukan dalam nama Yesus.

“Suatu hari, di depan rumah saya warga ramai berkumpul dan menonton sesuatu. Setelah saya periksa, ternyata mereka menonton seorang perempuan telanjang,” cerita ibu Yoseph membuka sesi sharing. Seluruh peserta terlihat menahan napas. Sejenak kemudian, cerita dilanjutkan,“ Perempuan itu saya panggil masuk ke rumah untuk saya berikan pakaian, makanan, dan minuman. Memang warga melarang saya melakukan itu karena takut jika dipukul atau diserang. Tetapi dalam nama Yesus, saya beranikan melakukannya dan tidak terjadi apa-apa. Perempuan itu cantik, sehat dan tidak gila seperti yang diperkirakan orang. Sepertinya dia stress karena diajak bicara dapat menanggapi baik.”

 

Membantu seseorang kadang memerlukan keikhlasan dan berserah kepada Tuhan. “Usai acara, seorang tua mendatangi saya dan meminta uang. Sekilas saya lihat memang dia sepertinya memerlukan, maka segera saya berikan sekadarnya uang,” ibu Sukadi berbagi cerita. Apakah tidak curiga bahwa dia itu menipu ?  “Menipu atau tidak, biarkan saja, itu urusan dia dengan yang di atas,” jawab beliau. Lebih lanjut ibu Sukadi  menjelaskan bahwa pelajaran berserah diperoleh dari pengalamannya dengan Rumah Makan Pak To di suatu kota. RM Pak To selalu ramai dikunjungi pelanggan. Dalam RM itu tidak ada pelayan. Pelanggan dapat secara bebas memilih dan mengambil makanan yang disukai. Setelah selesai menyantap makanan pilihannya, pelanggan menyebutkan hidangan yang dimakan dan membayar. Tanpa cek dan ri-cek. Suatu kali juga uang akan dikembalikan jika mengaku membayar berlebih, tanpa pembuktian!

Pada situasi lain, membantu perlu disertai kewaspadaan terutama jika melibatkan komunitas. “Seorang ibu datang kepada saya. Dia mengaku sebagai seorang istri anggota Lingkungan yang tidak aktif dan sudah almarhum. Kesulitan dana untuk kembali ke kampung dan minta dibantu. Setelah rapat Lingkungan diputuskan dibantu dan banyak yang saweran. Dana terkumpul diberikan kepadanya dan sekaligus mengantarkan ke rumahnya. Namun ternyata tidak jelas di mana rumahnya dan siapa saudaranya. Akhirnya ikhlas ibu itu pergi dan sedikit dana pun saya ganti,” Pak Sarwono menceritakan pengalamannya beberapa tahun lalu sebagai Ketua Lingkungan dalam menangani warganya yang misterius.

Sebagai anggota masyarakat yang heterogen, kita juga perlu terlibat dalam kegiatan masyarakat sesuai kemampuan. “Ketika warga bergotong-royong membangun gorong-gorong, saya ikut membantu tenaga karena kalau membantu uang saya tidak punya. Tenaganya siapa ? tenaganya ya saya ini. Sebab jika bantuan berupa uang seringnya malah tidak terealisasi,” bapak Yoseph berbagi pengalaman.

Keterlibatan total dan memuaskan di dalam masyarakat kadang berlanjut hingga bertahun-tahun dan berujung pada masyarakat  menolak untuk diganti. “Kegiatan Posyandu sudah berjalan lama. Tadinya sedikit yang ikut sekarang lebih banyak. Sebenarnya saya sudah ingin pensiun dan minta diganti tetapi mereka tidak mau. Akhirnya sampai sekarang masih berjalan seminggu sekali. Penyelenggaraannya kalau tidak di rumah saya ya di rumah pak RT. Kalau Natal juga saya mengundang warga dan banyak yang berkenan datang,”demikian cerita seorang ibu Suratno yang aktif di lingkungan tempat tinggalnya dan gereja.

Berbagai pengalaman bertindak secara iman sangat menginspirasi dan meneguhkan. Terlalu banyak jika dituangkan di halaman ini namun pasti melekat di hati semua warga yang hadir malam itu dan pulang dengan suka cita.

 

Yosephine D.M.W./ Markus IV

You may also like...