Bulan Keluarga Markus 4

Bulan Keluarga 2018, Pertemuan II di Lingkungan Markus 4;

Belajar dari Keluarga Allah

Kegiatan Bulan Keluarga 2018 Pertemuan II bertema : Belajar dari Keluarga Allah. Pertemuan diselenggarakan pada hari Minggu, 2 Desember 2018. Diskusi / berbagi pandangan berdasarkan Injil Yohanes 14:15-17, 20-21, 23-26. “ Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain. Supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran…..” demikian Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya ketika hendak naik ke Surga.

Umat yang hadir lebih dari tiga puluh (30) orang. Masing-masing berusaha menembus gerimis hujan dan udara dingin untuk hadir di rumah Kel. Ibu Suratno. Dalam suasana santai dan hangat, banyak umat berbagi pendapat. Pertemuan dikoordinasi oleh Ketua Lingkungan, Bapak Sarwono, dan Wakil Ketua Lingkungan, Bapak Meiyanto. Beberapa warga lingkungan mengemukakan pendapat masing masing mengenai keluarga. ” Setiap orang di dalam keluarga ataupun masyarakat mempunyai peran walau hanya coretan kecil,” jelas Bapak Purwoko membuka diskusi. Ibu Liek juga berbagi pandangan, “ Setiap orang memiliki 3 salib yaitu yang disebabkan oleh dirinya sendiri, oleh pasangannya, dan oleh anak. Dengan ketaatan pada firman Tuhan setiap orang disertai selalu oleh Tuhan sehingga jalannya menjadi ringan. ” Bapak Setyoko berpendapat,” Setiap orang memiliki keunikan dalam komunikasi dan perannya untuk bekerja mencapai tujuan bersama.”

Menurut Bapak Tomi, diam pun cara komunikasi yang artinya setuju, cuek, atau marah. Ibu Titik memberikan contoh,“Bila orang yang pendiam masih “ceriwis’, berarti semua baik-baik saja sebaliknya jika diam maka dapat berarti marah.” Ibu Siska pun berbagi,” Dalam komunikasi perlu saling mengimbangi agar terjadi kerja sama dan kedamaian. Jika pasangan sedang marah maka yang lainnya tetap tenang.” Bapak Edwin sepakat bahwa dalam komunikasi dan kerja sama sering terjadi kesalahpahaman. Agar lancar segalanya, maka perlu selalu mengandalkan penyertaan Tuhan.

Pertemuan II Bulan Keluarga 2018 memberikan pencerahan untuk tetap saling berkomunikasi dan bekerja sama menghadirkan keselamatan Allah dengan keunikannya masing-masing di dalam keluarga maupun masyarakat. Warga Lingkungan Markus 4 pun kembali ke rumah masing-masing dengan suka cita.

 

Bulan Keluarga 2018, Pertemuan IV di Lingkungan Markus 4

Sukacita dalam keluarga

Pada hari Minggu 16 Desember 2018, warga Lingkungan Markus IV berkumpul di rumah kediaman Kel. Gemma Chinta untuk melakukan pertemuan terakhir Bulan Keluarga 2018. Sebanyak hampir tiga puluh (30) orang umat yang berkumpul dipimpin oleh Bp. Purwoko dalam diskusinya. Malam itu diskusi dengan tema Sukacita dalam keluarga berdasarkan Injil Matius 2:1-12 tentang kabar kelahiran Yesus sang Mesias.

Kabar kelahiran Tuhan Yesus disambut sukacita oleh Herodes dan tiga (3) orang Majus. Herodes (Mat 2:8), raja Israel berkata kepada orang-orang Majus, “……..Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” Benarkah Herodes bersukacita atas kelahiran Anak itu?  Pada Injil Matius 2: 13 dituliskan bahwa Herodes hendak mencari Anak itu dan membunuhNya. Sukacita Herodes palsu karena sejatinya ia tidak menyukai kelahiran Anak itu. Anak itu yang dinubuatkan akan menjadi raja Israel yang artinya akan menggusur kedudukannya sebagai raja Israel, raja boneka dari Kaisar Romawi yang menguasai Israel pada waktu itu.

Berbeda dengan sukacita palsu Herodes, di dalam Injil Matius 2: 11 dituliskan sukacita tiga (3) orang Majus itu nyata, yaitu mereka datang ke kandang tempat Yesus dilahirkan lalu sujud menyembah Dia dan mempersembahkan harta bendanya berupa emas, kemenyan dan mur. Sukacita orang-orang Majus ini yang terjadi hingga kini.

Berbagai bentuk sukacita pada hari Natal diwujudkan dalam kemampuan, kebudayaan dan kebiasaan setiap keluarga dan komunitas.  Bapak Meiyanto bercerita bahwa setiap Natal ia dan keluarga bersukacita karena dapat terlibat dalam kepanitiaan/kepengurusan Natal. Keterlibatan anggota keluarga dalam prosesi perayaan Natal sangat membahagiakan juga disampaikan oleh Bp. Purwoko dan Bp. Maryadi karena cucu-cucunya bertugas misdinar. Sukacita Natal di daerah pun juga meriah. Ibu Purwoko, Ibu Ivonne, Ibu Purba bercerita bahwa sukacita Natal di daerah sungguh meriah dengan saling memberi ucap antar umat beragama di dalam maupun di luar Gereja.  Ibu Titik berpendapat, sukacita Natal pun menjadi ajang silahturahmi dengan keluarga di daerah. “Sukacita Natal juga sangat membahagiakan ketika umat lain memberikan ucapan Selamat Natal ataupun datang berkunjung untuk silahturahmi walau tanpa ucapan selamat,” demikian pendapat Bp. Yosep. “Segala persiapan perayaan dan pesta Natal memang penting, demikian juga penting mempersiapkan kebersihan hati dalam menyambut Natal, kelahiran Yesus sang Juruselamat kita,” urai Ibu Kadi dan Bp. Purwoko mengingatkan umat untuk mengaku dosa sebelum hari Natal tiba.

Dengan demikian dapat disimpulkan, ungkapan sukacita setiap orang dengan ingin mempersembahkan yang terbaik ketika hari Natal tiba, antara lain:

  1. Berkunjung/datang ke tempat sukacita terjadi
  2. Memberikan selamat
  3. Terlibat dalam perayaan
  4. Berdandan rapi
  5. Berbagi hidangan terbaik
  6. Menyiapkan kebersihan hati
  7. Mengaku dosa / menerima sakramen pengakuan dosa

Sukacita warga Lingkungan Markus IV dalam pertemuan terakhir Bulan Keluarga 2018 itu pun ditutup dengan berbagi dan menyantap hidangan/makanan kecil yang dibawa oleh masing-masing umat. Sedapnya berbagi makanan, dapat merasakan banyak hal.

Yosephine DMW/Markus 4

admin

"Hidup ini seperti pensil yang pasti akan habis, tetapi meninggalkan tulisan-tulisan yang indah dalam kehidupan"

You may also like...