BERSATU DALAM TERANG FIRMAN

(Bulan Kitab Suci 2018)

Latar Belakang Satu hal yang patut disyukuri di Keuskupan Agung Jakarta akhir-akhir ini adalah semakin bertumbuhnya kecintaan dan ketertarikan umat terhadap Kitab Suci.  Daya pertumbuhan itu terasa sudah berkembang bahkan berbuah baik, ditandai dengan semakin banyaknya gerakan-gerakan membaca Kitab Suci dalam berbagai macam media Dengan kata lain, bersama Kitab Suci iman umat semakin bertumbuh, berkembang, dan berkualitas karena ditemani dan dibimbing oleh Terang Firman Tuhan.  Belajar dari BKS tahun 2017, yang dinilai baik dan menarik oleh sebagian besar umat, maka dalam memilih tema, sub-tema, bahan, serta cara membaca Kitab Suci di BKS 2018 ini, kami berusaha mencari sesuatu yang sederhana namun bermutu dan aktual untuk menunjang keberhasilan sebuah gerakan dalam membaca Kitab Suci di Keuskupan Agung Jakarta. 1. Tujuan yang mau dicapai bersama jelas dan dapat dipahami. Sasaran agar umat Keuskupan Agung Jakarta semakin mencintai Kitab Suci. Maka dari itu umat perlu diperkenalkan terlebih dahulu bahwa membaca Kitab Suci itu asyik dan menarik. 2. Pendekatan yang sederhana namun tetap berbobot. Ada begitu banyak cara dalam membaca dan mempelajari Kitab Suci. Namun dalam konteks Bulan Kitab Suci diperlukan sebuah pendekatan yang paling sederhana namun tidak asal-asalan.  Tantangannya adalah bagaimana menyerderhanakan bahan-bahan yang dikatakan sulit dan membosankan menjadi sederhana namun menarik. 3. Tema-tema Menarik dan Aktual Gerakan membaca Kitab Suci entah dalam level apapun harus mendukung gerakan Gereja Keuskupan untuk semakin berperan aktif mendukung perjuangan berbangsa secara positif dan arif.  Maka pada kesempatan kali ini kita akan menggali dan memaknai Sila Ketiga Pancasila: Persatuan Indonesia.  Lawan dari persatuan adalah sikap memecah belah, saling membenci, curiga, acuh tak acuh dengan orang-orang / kelompok yang dianggap berbeda.  Maka tema utama dan sub-sub tema yang dipilih dalam BKS ini bermaksud menjawab tantangan umat beriman KAJ saat ini yaitu:

"Apa kata Kitab Suci tentang persatuan?

Bagaimana Kitab Suci dapat membantu umat dalam menciptakan suasana persatuan di tengah konflik dan carut marut kehidupan Bangsa Indonesia sekarang ini?" 4. Mudah Diterapkan Pendekatan narasi adalah salah satu pendekatan/metode membaca Kitab Suci yang paling digemari saat ini, mengajak pembaca Kitab Suci untuk menikmati apa yang dibaca, menangkap suara Tuhan dan pesan moral yang hendak disampaikan oleh cerita-cerita dalam Kitab Suci. Diharapkan para pembaca Kitab Suci dapat terinspirasi dalam arus transformasi itu, mengikuti arahan Firman Tuhan dan menemukan hidup mereka menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Salam Damai Kristus, RD Josep Susanto (Tim Penyusun)

admin

"Hidup ini seperti pensil yang pasti akan habis, tetapi meninggalkan tulisan-tulisan yang indah dalam kehidupan"

You may also like...