GERAK DAN SIKAP TUBUH DALAM LITURGI

Pendampingan Komuni Pertama Online

Minggu, 17 Mei 2020

 

Pendamping:

Bruder Antonius Berek

 

Selamat pagi Anak-anak. Apa kabar? Semoga semua sehat ya. Jumpa lagi dalam pendampingan persiapan Komuni Pertama online. Hari ini  didampingi Bruder Anton. Materi tentang Gerak dan Sikap Tubuh dalam Liturgi.

Sebelum memulai kegiatan hari ini marilah kita awali dengan berdoa.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin

Selamat pagi Bapa, kami mengucapkan puji syukur kepada-Mu karena telah menjaga kami sepanjang malam tadi. Bapa, sebentar lagi kami mau memulai pertemuan hari ini, berkatilah pertemuan kami dari awal hingga akhir pembelajaran ini sehingga kami dapat memahami tentang Gerak  dan sikap Tubuh dalam Liturgi dan semakin dekat  dengan-Mu. Amin.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin

Anak-anakku yang terkasih, minggu yang lalu kita membahas tentang BAGIAN-BAGIAN PERAYAAN EKARISTI, bagaimana apakah anak sudah memahaminya? Bruder yakin Anak-anak semakin memahaminya dan terus belajar bersama dengan bimbingan orang tua di rumah.

Anak-anak saat kita mengikuti perayaan Liturgi Ekaristi ada bebarapa gerak dan sikap tubuh, sebelumnya ada pertanyaan, coba dijawab ya :

  1. Apa makna sikap berdiri, duduk, berlutut, dan membungkuk?
  2. Kapan kita berdiri, duduk, berlutut, dan membungkuk?
  3. Apakah kamu juga pernah memperaktikkan sikap berdiri, duduk, berlutut dan membungkuk?

Untuk lebih menjawab pertanyaan diatas, marilah kita membahas materi tentang Gerak dan Sikap Tubuh dalam Liturgi.

Misa Ekaristi di gereja merupakan suatu perayaan yang sakral dan sangat bermakna bagi kita umat Katolik. Seutuhnya umat bersatu padu menjadi satu, dan bersama-sama berdoa dan mengenang Tuhan Yesus Kristus. Maka dari itu, sudah merupakan kewajiban bagi seluruh umat: bapak, ibu, serta anak-anak, untuk mengikuti tradisi-tradisi suci dalam Misa Katolik termasuk bagaimana sikap dan gerak tubuh yang baik dan benar selama kita mengikuti misa Ekaristi.

Tata Gerak dalam Liturgi diatur dalam Pedoman  Umum Misale Romanum (PUMR). Sikap gerak tubuh dalam Ekaristi tidak dibuat hanya sebagai pelengkap Misa, tetapi memiliki arti yang sangat mendalam yang menbantu umat untuk dapat semakin meresapi makna Ekaristi. Karena sebagai tempat yang suci, Gereja merupakan rumah Allah yang harus kita hormati, sama seperti Tuhan Yesus menghormati rumah ibadahnya yaitu Bait Allah. Melalui pelajaran inipun anak-anak diharapkan dapat semakin memàhami sikap dan gerak dalam mengikuti Ekaristi sehingga semakin dekat dan mencintai Yesus dan Ekaristi.

Beberapa tata gerak dalam liturgi yaitu :

  1. Perarakan

Perarakan menandakan suatu kemeriahan. Maka, tata gerak ini dilakukan dengan anggun dan diiringi dengan nyanyian yang serasi (PUMR 44). Jika dirasa perlu, bisa juga dengan menari atau ungkapan budaya lainnya.

Perarakan dilakukan pada waktu:

‌Perarakan Imam bersama diakon dan para pelayan menuju Altar dan menuju Sakristi.

‌Perarakan Diakon yang membawa Kitab Injil sebelum pemakluman Injil.

‌Perarakan umat beriman yang mengantar Bahan Persembahan dan maju untuk Komuni.

  1. Tanda Salib

Merupakan tanda kemenangan Kristus.

Cara melakukannya: Dalam nama Bapa (dahi) dan Putra (dada) dan ROh Kudus (pangkal lengan kiri), Amin (pangkal lengan kanan).

Tanda salib dilakukan pada waktu:

‌Memasuki gereja sambil membawa diri dengan air suci yang ada di sebelah pintu masuk gereja sebagai tanda pembaptisan yang telah kita terima.

‌Mengawali dan mengunduh perayaan Ekaristi.

‌Menerima percikan air suci jika dibuat sebagai Pernyataan Tobat. Tanda ini mengungkapkan kesadaran kita sebagai anak-anak Allah dan kesetiaan pada janji baptis.

‌Memulai bacaan Injil dengan membuat tanda salib kecil pada dahi, mulut dan dada untuk mengungkapkan hasrat agar budi kita diterangi, mulut disanggupkan untuk mewartakan, dan hati diresapi oleh sabda Tuhan.

‌Menerima berkat pengutusan pada bagian penutup.

  1. Berdiri

‌Berdiri mewakili kehormatan kesiapsediaan, penghormatan, dan perhatian pada kehornatan Tuhan.

‌Sikap tubuh ini mengungkapkan kegembiraan umat. Gembira atas kebersamaan dan persaudaraan dalam Kristus. Berdiri menyatakan keyakinan yang utuh, jiwa yang siaga di hadapan Allah, siap bertemu dan berdialog dengan yang Ilahi.

Berdiri dilakukan pada waktu:

‌menyambut imam dan para pelayan yang bergerak menuju ruang Altar. Sikap ini menunjukkan penghormatan kepada Allah yang datang dan hadir di tengah-tengah umat.

‌Dari awal hingga Doa Pembuka, kita mengambil sikap berdiri.

‌Pemakluman Injil sebagai tanda hormat pada Tuhan Yesus Kristus yang bangkit mulia dan yang memaklumkan sabda-Nya.

‌Mengucapkan Syahadat untuk memperbaharui persetujuan iman sebagai tanda kesediaan menjadi saksi iman.

‌Menyambut Doa Umat, sebagai hormat kepada Allah yang setia mendengarkan dan mengabulkan doa-doa umat.

‌Memulai Doa Syukur Agung (Prefasi) hingga Kudus sebagai tanda hormat dan syukur kepada Allah.

‌Mengucapkan/menyanyikan Lagu Bapa Kami sebagai tanda pujian dan mengundang.

‌Imam mengucapkan Doa Ambil Komuni sebagai tanda Syukur.

  1. Berlutut

Berlutut merupakan sikap doa yang mengungkapkan kerendahan hati seseorang yang ingin memohon kepada Tuhan atau bersembah sujud  kepada-Nya.

Berlutut dilakukan pada waktu:

‌mengawali dan meminta Ekaristi, saat konsekrasi, serta sebelum dan sesudah komuni sebagai sikap sembah sujud untuk menghormati Allah. Saat roti dan anggur diangkat, umat memandangnya, kemudian membungkuk khidmat.

‌Imam mendoakan kisah-kisah perjanjian (Kisah Perjamuan Tuhan) dalam Doa Syukur Agung, termasuk di dalamnya kata-kata konsekrasi, sebagai tanda hormat dan pujian oleh umat di hadapan Sakramen Maha Kudus;

‌Imam dan umat merenungkan wafat Tuhan Yesus pada saat pembacaan Kisah Sengsara pada Hari Raya Jumat Agung.

‌kita melewati tabernakel (tempat Sakramen Mahakudus) yang menjadi simbol pertemuan Kristus.

  1. Duduk

Duduk juga mengungkapkan sikap tenang untuk menunggu, mendengarkan dan menghormati Tuhan. Duduk yang liturgis berarti duduk dengan kaki sejajar, jangan melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu dan saat duduk dalam suasana hening, hendaknya pikiran dan perbuatan kita menunjukkan sikap doa, dan bukannya mengobrol, minum, membuka handphone, dan lain sebagainya.

Kita duduk pada waktu:

‌bacaan-bacaan sebelum Injil;

‌Mazmur Tanggapan;

‌Homili;

‌Persiapan Persembahan;

‌saat hening, selama menerima Komuni.

  1. Membukukkan Badan

Membukukkan badan, berbicara tentang penghormatan kepada Tuhan, sambil mengungkapkan rasa ketidakbaikkan kita.

Perbedaan berlutut, membungkukan badan, menunduk, hanya pada bobotnya saja.

Kita membungkukkan badan pada waktu:

‌menghormati Altar;

‌dalam Doa Syahadat, kompilasi menggantikan kata-kata …” Ia dikandung dari Roh Kudus … dan Ia menjadi manusia”.

  1. Gerakan Tangan

Tangan terkatup mengungkapkan sikap penghormatan dan sembah sujud kepada Tuhan.

  1. Panca Indra

Dalam menyambut Ekaristi, seluruh indra kita melamnangkan keterbukaaan kita kepada Sang Pencipta dan Penyelamat kita yaitu Tuhan Allah yang mengasihani dan memberikan hidup-Nya kepada kita.

‌Mata kita membuat kita melihat kemuliaan Allah : dekorasi dan peralatan liturgi.

‌Mulut kita berterima kasih pada Tuhan yang sedang bersabda: menyanyi.

‌Mulut kita juga berterima kasih atas Komuni Suci yang kita terima.

‌Indra perasa membuat kita merasakan Tubuh Kristus pada saat Komuni.

‌Penciuman kita mencium bau wangi-wangian dalam ukupan pada perayaan Ekaristi yang melambangkan keharuman nama Allah sendiri menyelamatkan.

Demikian anak-anak materi pembahasan hari ini semoga kita semakin kita memaknai Ekaristi dengan Tata Gerak dalam Ekaristi yang sesuai dengan PUMR.

Marilah kita membangun niat bersama:

  1. Aku senantiasa bersukacita saat ke gereja.
  2. Aku akan bersikap baik di gereja
  3. Aku akan menaati tata gerak di gereja dengan sukacita dan serius.

Marilah kita akhiri pertemuan ini dan menyatukan niat-niat baik kita dengan berdoa.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena telah mengajarkan kami sikap yang baik saat di gereja. Ajarilah kami untuk semakin serius di dalam gereja, dan semakin menghormati engkau dalam perayaan Ekaristi. Amin.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

 

Salam Sehat. Tetap semangat. Tuhan memberkati

You may also like...