HIDUP BERSAMA DENGAN SEMUA ORANG

Minggu 19 Juli 2020

Renungan sabda Allah. (Matius 13: 24-30)

Orang sering bertanya, jikaTuhan itu baik mengapa Ia membiarkan selalu ada orang jahat, bahkan orang jahat semakin banyak. Orang juga heran mengapa ada orang jahat hidupnya enak dan panjang umur, sedangkan orang yang baik, hidupnya susah dan kadang Tuhan memanggilnya di usia muda. Kapan saja keheranan ini selalu saja terdengar. Kita pun mungkin juga pernah berpikir demikian. Pikiran-pikiran serupa dapat kita kerucutkan dengan pertanyaan mengapa selalu ada saja perang, pertikaian antar umat beragama, pembunuhan, perampokan, penculikan dan lain sebagainya. Mungkin jawabannya ialah karena ada manusia yang tidak menginginkan ketenangan dan kedamaian. Ada saja orang yang jahil dan usil, membuat orang lain menderita.

Di dunia ini memang ada orang yang bersifat baik, buruk dan ada pula yang setengah-tengah atau campuran antara keduanya. Sifat-sifat manusia pun terdiri dari bermacam-macam kualitas, yang positif maupun yang negatif. Oleh karena adanya pelbagai sifat manusia ini, ada orang yang bisa menerima perbedaan tetapi ada pula yang tidak bisa. Ada yang ingin hidup eksklusif, tetapi ada pula yang bisa hidup inklusif. Ada yang merasa benar sendiri dan menyalahkan orang-orang lain. Perumpamaan tentang pohon gandum dan ilalang dalam Injil  hari ini membantu kita untuk tidak jatuh idalam pencobaan untuk tidak menerima orang-orang yang tidak sependapat atau sealiran dengan kita.

Yesus dalam perumpamaan ini menyindir orang-orang Yahudi, yang karena mengikuti hukum kemurnian atau kekudusan,  hidup eksklusif, menjauhi atau menghindari bangsa-bangsa lain karena menganggap bangsa-bangsa lain tidak murni, seperti misalnya mereka tidak bergaul dengan orang-orang Samaria. Yesus ingin mengajarkan bahwa mereka juga harus mau hidup dalam kebersamaan dengan semua orang, bukan hanya dengan orang yang sesuku, sebangsa, dan yang sesama iman dengan mereka. Mereka memang harus membenci dosa-dosa yang ada pada orang lain tetapi mereka harus mengasihi pribadi-pribadinya. Tanaman gandum dalam perumpamaan ini adalah orang-orang pilihan Allah, yang baik. Di dalam hidup sehari-hari, kita juga menjumpai berbagai macam sifat orang, ada yang baik ada yang jahat dan banyak kombinasi antara yang baik dan yang jahat. Kita harus mau bergaul dengan mereka semua untuk menunjukkan bahwa kita adalah tanaman gandum yang hidup bersama ilalang. Sabda Allah yang ada dalam diri kita harus tumbuh dengan kita memeliharanya dengan baik meskipun kita hidup dengan orang-orang yang tidak memelihara sabda Allah. Hanya dengan rakhmat Allah saja kita dapat menjadikan diri kita tanaman gandum yang baik sampai waktunya Allah memanen kita dan memperkenankan kita masuk ke dalam Kerajaan-Nya.

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

You may also like...