HIDUPKU SUNGGUH BERHARGA BAGI ALLAH

Sabtu 11 Juli 2020

Renungan sabda Allah (Matius 10: 24-33)

Beberapa hari terakhir ini Injil membicarakan tentang pengutusan Yesus kepada murid-murid-Nya. Ia mengingatkan bahwa tugas perutusan mengandung risiko bahaya terhadap hidup mereka. Yesus mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugas misi itu, murid-murid mungkin akan menghadapi kebencian, penolakan, perlawanan, penganiayaan dan bahkan pembunuhan. Tetapi Yesus juga memberikan janji bahwa Ia akan menyertai mereka sampai akhir jaman dan memberikan penolong dan penghibur.

Dalam Injil hari ini yang cukup mencolok ialah bahwa beberapa kali Yesus mengatakan bahwa para murid akan menanggung penganiayaan dan penderitaan dan tiga kali Yesus meminta agar mereka tidak perlu takut. Yesus menekankan bahwa penganiayaan dan penderitaan adalah tanda hidup seorang pengikut Yesus. Ia juga mengatakan bahwa seorang murid tidak akan lebih besar dari gurunya, yang berarti bahwa seorang murid seharusnya meneladan apa yang dilakukan dan dialami oleh gurunya. Dengan demikian murid harus meniru gurunya. Mereka tidak harus takut pada orang yang hanya bisa membunuh tubuh tetapi bukan jiwa. Yang harus mereka takuti ialah mereka yang bisa membunuh badan dan jiwa.

Murid-murid Yesus harus berani menyampaikan apa yang telah dikerjakan Yesus kepada mereka. Mereka harus menyampaikan ajaran Yesus dengan jujur dan terus terang dimana pun, meskipun harus mengalami ancaman kematian. Untuk itu mereka harus percaya pada perlindungan  Allah. Hidup mereka ada dalam pemeliharaan Allah karena hidup mereka sungguh berharga di mata Allah. Begitu berharganya hidup seorang murid Yesus, sampai setiap lembar rambutnya sudah diperhitungkan Allah. Kalau seekor burung pipit saja dilidungi Allah sehingga ia tak mungkin jatuh sewaktu terbang tanpa pengetahuan Allah, apa lagi hidup manusia. Jikalau kita berkata bahwa kita tidak mengenal Yesus di hadapan manusia, maka Yesus pun akan bersaksi pula di hadapan Bapa-Nya bahwa Ia tidak mengenal kita. Demikian pula,  jika kita tidak berani mengakui Yesus di hadapan manusia, Ia pun tidak akan mengakui kita di hadapan Allah.

 

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

You may also like...