KASIH ITU MENYELAMATKAN

Kamis 14 Mei 2020

Renungan sabda Allah. (Yohanes 15: 9-17)

Seorang begal biasanya mengancam kurbannya dengan berkata: “Harta atau nyawa?”. Tetapi jaman sekarang ini pembegal langsung beraksi nekad karena ia langsung menembak atau melukai kurbannya. Semua orang yang pernah mengalami pembegalan rata-rata memilih harta mereka yang rela mereka serahkan kepada pembegal. Mereka lebih menyayangi nyawa daripada harta mereka. Ini wajar terjadi karena pembegal itu bukan orang yang mereka kasihi. Para kurban lebih ingin mempertahankan hidup mereka. Tetapi ada orang-orang yang rela mengurbankan hidup mereka demi orang yang mereka kasihi. Bagi mereka, asal orang yang mereka kasihi selamat, tidak menjadi masalah jika mereka harus mati. Misalkan, sepasang suami istri dan seorang anak mereka sedang naik kapal dan kapal itu tenggelam dan sekoci-sekoci yang dinaiki para penumpang sudah tidak muat lagi. Kebetulan istri dan anaknya sudah berada dalam satu sekoci. Namun si suami tidak berusaha merebut tempat yang sudah diduduki istri dan anaknya. Ia memutuskan untuk tidak merebut tempat agar istri dan anaknya selamat. Ia berbuat demikian karena Ia amat mengasihi istri dan anaknya.

Perihal merelakan nyawa juga berlaku bagi para martir yang mau mengurbankan nyawa mereka demi Yesus yang mereka kasihi. Dalam keadaan terancam jiwa mereka, karena begitu mengasihi Yesus, mereka rela kehilangan nyawa dari pada meninggalkan iman mereka kepada Yesus. Demi Yesus yang mereka kasihi, mereka rela mati karena kematian bagi mereka lebih menguntungkan daripada hidup tapi melepaskan iman mereka. Kematian sebagai pengurbanan membuat mereka menerima kembali jiwa mereka dari Allah. Hal ini pernah dikatakan Yesus: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya (Lukas 9:23-25).

Dalam Injil hari ini Yesus berkata kepada para murid-Nya bahwa karena Bapa-Nya mengasihi-Nya, Ia juga mengasihi mereka. Jika mereka menuruti perintah-Nya mereka akan tinggal dalam kasih-Nya. Ia memberikan Perintah agar mereka saling mengasihi. Yesus telah memilih mereka dan menetapkan supaya mereka pergi dan menghasilkan buah. Mengasihi Yesus tidak ada jalan lain kecuali menuruti perintah-Nya ini. Sebagai murid-murid dan sahabat-sahabat Tuhan Yesus, untuk mengasihi Yesus kita harus mengasihi sesama kita. Dengan demikian Tuhan Yesus tinggal dalam diri kita dan kita akan penuh dengan sukacita. Sukacita karena Allah sendiri telah menentukan kita agar kita kelak dapat bersama sama dengan-Nya di surga. Dan kasih Yesus yang Ia berikan kepada kita akan menguduskan dan menyelamakan kita. Untuk itu marilah kita menjadi sahabat-sahabat Yesus, mengikuti-Nya sebagai murid murid-Nya guna mewartakan Injil.

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

 

You may also like...