KITA ADALAH PEWARTA KERAJAAN SURGA

Kamis 11 Juni 2020

Renungan sabda Allah. (Matius 10:7-13)

Kita telah menjadi murid-murid Kristus setelah kita menerima sakramen baptis. Menjadi murid Kristus berarti kita harus siap untuk mewartakan kabar baik kepada semua orang dan memberitahukan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Siapa lagi kalau bukan kita yang mau diutus, karena Yesus berkata bahwa tuaian berlimpah tetapi pekerja-pekerja tuaian sedikit. Yesus tidak lagi bisa bekerja sendiri, maka kitalah, sebagai murid-murid-Nya, yang Ia perlukan untuk menjadi kepanjangan tangan-Nya. Apa lagi Ia sudah tidak ada lagi di dunia.

Injil hari ini menceritakan Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Ia menginginkan agar seluruh bangsa Israel menerima Kerajaan Surga yang mendatangkan keselamatan, kasih karunia, dan kesembuhan bagi umat Allah. Ini dilambangkan dengan perintah Yesus kepada murid-murid-Nya untuk menyembuhkan orang sakit; membangkitkan orang mati; mentahirkan orang kusta dan mengusir setan-setan. Masuk akallah kalau Ia memerintahkan mereka untuk melakukan hal itu karena Allah telah mengaruniakan talenta atau kemampuan kepada mereka dengan cuma-cuma.

Dalam melakukan tugas perutusan itu, Yesus meminta para murid untuk tidak mengandalkan hal-hal lahiriah yang ada pada mereka. Mereka harus mengandalkan kuasa Allah saja. Tugas kita pula untuk mewartakan Kerajaaan Surga kepada sesama. Tidak seharusnya kita ragu akan kemampuan kita jika kita mengandalkan kuasa Yesus. Untuk itu kita selayaknya mau rendah hati untuk tidak bertumpu pada kekuatan kita sendiri. Sehubungan dengan hal ini, Santo Paulus bersaksi: “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Korintus 12:9).

Apa yang harus kita wartakan adalah Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah. Karena Kerajaan Allah berarti Allah sendiri yang memerintah dan berkuasa dan karena Allah adalah kasih, maka kasih harus merajai hati setiap orang. Kita sebagai pekerja-pekerja tuaian terlebih dahulu harus mengenakan kasih sebagai senjata dalam tugas perutusan kita. Santo Paulus berkata: “Di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kol 3:14).

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

 

You may also like...