Kita Dimampukan Untuk Memilih Yang Terbaik

Saudara-saudari terkasih, hari ini adalah Hari Minggu Biasa XVII. Bacaan-bacaan Ekaristi hari ini diambil dari Kej. 18: 20-33; Mzm. 138: 1-2a. 2bc-3.6-7ab/7c-8; Kol. 2:12-14; Luk. 11:1-13.

Bacaan Injil pada hari berisi ajakan Tuhan Yesus kepada para murid bagaimana semestinya mereka berdoa. Pada suatu ketika Yesus berdoa di suatu tempat, ketika Yesus selesai berdoa para murid berkata kepada-Nya, “Tuhan ajarilah kami berdoa.” Yesus mengajari mereka berdoa. Jika kamu berdoa katakanlah, “Bapa, dikuduskanlah namaMu; datanglah Kerajaan-Mu.  Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan” (ay. 2-5). Doa yang diajarkan Yesus itu begitu familiar dengan kita. Kita menyebut doa itu sebagai doa “Bapa Kami”. Bila kita memperhatikan susunan dari doa yang diajarkan oleh Yesus itu, kita dapat melihat bahwa doa Bapa Kami itu dibuka dengan menyapa Allah sebagai Bapa kita. Lalu didalamnya juga terurai enam permohonan yang disusun secara indah. Tiga permohonan pertama disampaikan untuk “kepentingan Allah”,  dan tiga permohonan selanjutnya disampaikan untuk “kebutuhan manusia.” Untuk “kepentingan Allah”,  didoakan agar kita senantiasa menguduskan nama Tuhan (“dikuduskanlah namaMu”);  kerajaan Tuhan senantiasa datang (“datanglah KerajaanMu”), dan kehendak Tuhan terjadi atas hidup manusia (“jadilah kehendak-Mu”).  

Sedangkan bagi “kebutuhan manusia”, dalam doa itu dimohonkan agar kita diberi rejeki secukupnya (“berilah kami rejeki pada hari ini”), kita mohon diampuni dari kesalahan kita (“ampunilah kesalahan kami”),  dan permohonan supaya kita dilepaskan dari segala bentuk kejahatan (“bebaskanlah kami dari yang jahat”).  Dalam praktek hidup doa kita, seringkali doa Bapa Kami ini kita ucapkan begitu saja karena begitu hafalnya akan doa tersebut bahkah di luar kepala. Tanpa kita sadari doa yang begitu agung ini kehilangan maknanya. Masih banyak di antara kita yang mendoakan doa Bapa Kami ini “dengan bibir” saja, tetapi kurang atau tidak lagi dihayati “dengan hati”.

Maka melalui pesan Injil hari ini kita diundang oleh Yesus sendiri supaya kita sungguh menyelami makna setiap permohonan yang ada dalam doa tersebut dan mendoakannya dengan penuh penghayatan iman.  Lalu pada bagian akhir dari pengajaran Tuhan Yesus tentang doa dari perikopa ini Beliau juga menegaskan agar kita tidak merasa malu atau sungkan untuk meminta kepada Yesus.  Yesus menegaskan bahwa kita mempunyai Bapa yang begitu baik kepada kita, putera dan puteri-Nya. Beliau menegaskan, “Mintalah,  maka kamu akan diberi; carilah maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (ay.9). Salam dan Berkat Tuhan + 

  •  Romo Aloysius Bagus Irawan MSF