Life In God Bring Togetherness


Paskah bersama dan ulang tahun ikatan siswa siswi katolik Dekenat Selatan (ISKADEN) 2016)

Romo FX Sutarno, MSF :"Siswa Katolik yang bersekolah di sekolah negeri/swasta non Katolik harus bisa menjadi siswa yang aktif menjadi terang dan garam di lingkungan sekolahnya yang mayoritas non-Katolik dan bahkan bisa mengajak temanteman seiman lainnya yang masih pasif agar dapat aktif mengikuti kegiatankegiatan kerohanian".

Sabtu, 30 April 2016, Ikatan Siswa-Siswi Dekenat Selatan (ISKADEN) menyelenggarakan kegiatan Paskah Bersama dan Ulang Tahun ISKADEN yang ke-1. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Leo Dehon Paroki St. Stefanus Cilandak dan diikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang merupakan siswa-siswi Katolik yang bersekolah di SMP/SMK/SMAN negeri maupun swasta non-Katolik di lingkup dekenat selatan.

Setelah registrasi selesai, sekitar pukul 10.00 WIB acara dibuka dengan doa pembuka dan acara dilanjutkan dengan sambutan Dara selaku ketua panitia. Dalam sambutannya, ketua panitia menyampaikan salam hangat dan beberapa candaan yang membuat suasana semakin mencair. Tak lupa,disampaikan pula latar belakang dari terselenggaranya acara ini.Agar suasana semakin mencair, acara pun dilanjutkan dengan Ice Breaking berupa perkenalan dan pembagian kelompok. Setelah itu, masing-masing kelompok ditugaskan untuk membuat yel-yel kelompoknya dan harus ditampilkan di depan kelompoklainnya. Nampak suasana kerja sama, canda, dan tawa serta kekompakan yang terpancar dari tiap-tiap kelompok.

Acara pun dilanjutkan dengan games yang diawali dengan games berjoget “Seperti Mentega dengan Roti” yang dimainkan secara berpasang-pasangan. Turut pula Fr. Surya dan Bapak Frans Leu selaku pembina ISKADEN yang ikut bergabung bermain bersama. Setelah itu games dilanjutkan dengan permainan “Sebenarnya Sebaliknya” dan “Mengoper Karet dengan Sedotan”. Games tersebut digunakan untuk melatih kreativitas, kekompakan, dan komunikasi masing-masing anggota dalam kelompok.

Setelah sesi games selesai, acara dilanjutkan dengan sesi materi yang dibawakan oleh Fr. Surya Nandi Putra yang akbrab disapa Frater Surya. Materi yang dibawakan bertema “Aku Ada Karena Dikasihi”. Dalam isi materinya, Fr. Surya menyinggung tema yang diusung yaitu “Life in God Bring Togetherness”. Para peserta diminta untuk merefleksikan apa makna “Life in God” dan “Togetherness” yang sesungguhnya. Frater Surya juga mengingatkan para peserta untuk terus kompak melayani Tuhan khususnya melalui ISKADEN ini. Dan diharapkan di kegiatan mendatang, para peserta dapat mengajak rekan-rekan seiman disekolahnya untuk bergabung dalam komunitas ini untuk meningkatkan semangat pelayanan antar saudara seiman.

Puncak acara pun ditandai dengan Misa Paskah yang dibawakan oleh Rm. FX Sutarno MSF. Sebelum memulai homilinya, Romo Tarno mengajak para peserta untuk bermain games membentuk kelompok secara cepat dan tepat dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Setelah itu Romo menjelaskan makna dari games tersebut yaitu bahwa para peserta yang merupakan siswa Katolik yang bersekolah di sekolah negeri/swasta non Katolik harus bisa menjadi siswa yang aktif menjadi terang dan garam di lingkungan sekolahnya yang mayoritas nonKatolik dan bahkan bisa mengajak teman-teman seiman lainnya yang masih pasif agar dapat aktif mengikuti kegiatan-kegiatan kerohanian seperti yang diadakan ini. Romo juga mengingatkan para peserta yang merupakan kaum muda agar selalu happy (senang/ bahagia) dimana pun mereka berada. Tidak perlu cara yang sulit untuk dapat menjadi penginjil Kristus. Dengan berkarakter happy dimana pun kita berada, maka kita telah menunjukkan kehadiran Kristus ditengah-tengah sesama kita. Setelah Misa Paskah selesai, acara dilanjutkan dengan potong tumpeng dan makan bersama yang diiringi Live Music Performance dari para peserta. Pada pukul 15.00 WIB acara pun ditutup dengan berfoto bersama.

Semoga acara ini bukan hanya menjadi acara tahunan semata, melainkan dapat memberikan kesadaran akan pentingnya hidup dalam Tuhan dengan beriman teguh dan tangguh dalam hidup berdampingan dan berdialog yang akan membawa pada suasana kebersamaan yang harmonis baik di lingkunagn sekolah, masyarakat, gereja, maupun bangsa dan negara khususnya bagi pelajar-pelajar diera saat ini. Tuhan memberkati!
 

admin

"Hidup ini seperti pensil yang pasti akan habis, tetapi meninggalkan tulisan-tulisan yang indah dalam kehidupan"

You may also like...