Live In ‘GO GREEN’

“We think Go Green, We set Go Green, We do Go Green”

 

Jumat (28/04) perwakilan kerabat muda dari Jagakarsa berangkat menuju Parakan untuk mengikuti kegiatan ‘Live In Go Green’ yang diadakan oleh kerabat muda MSF. Kegiatan ini diikuti oleh paroki-paroki yang digembalai oleh Romo MSF. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 184 peserta. Sabtu (29/04) semua peserta berkumpul di Gereja Keluarga Kudus Parakan untuk registrasi dan pembagian kelompok. Setelah itu, peserta berangkat menuju Desa Wates. Pukul 15.00 kami tiba di Desa Wates dan masing-masing kelompok diberikan ‘orang tua asuh’ selama Live In. Setelah dijemput  dan berkenalan oleh masing-masing ‘orang tua asuh’, peserta melakukan makan malam bersama keluarga. Pukul 19.00, peserta berkumpul di Balai Desa. Setelah semua peserta berkumpul, kegiatan pun dimulai dengan sesi tentang Pertobatan Ekologi yang dipandu oleh Rm. Andre, MSF. Dalam sesi ini, Rm. Andre menghimbau untuk memilah sampah dengan benar. Karena banyak jenis sampah disekitar dan membutuhkan waktu yang cukup untuk mengurai sampah. Beliau juga berpesan, sebagai generasi muda, kita harus bisa menggunakan barang-barang yang ada disekitar kita untuk menciptakan inovasi-inovasi baru. Kerena dengan cara ini, kita akan mengurangi sampah yang menumpuk. Setelah sesi ini, semua peserta kembali ke rumah ‘orang tua asuh’ mereka untuk beristirahat. Minggu (31/04) pukul 05.00 peserta kembali berkumpul di Balai Desa untuk mengikuti misa di Bukit Larikan. Misa dengan nuansa alam. Dalam homili, Romo Sumargo, MSF berpesan untuk selalu menjaga alam kita karena kita membutuhkan alam dan alam membutuhkan kita. Dalam misa ini, bentuk persebahan umat adalah hasil panen perkebunan dan ladang warga desa. Setelah misa, peserta melakukan penanaman bibit di Bukit Larikan dan mengumpulkan sampah yang berserakan. Kemudian peserta kembali ke rumah keluarga asuh mereka. Pukul 18.00 peserta berkumpul lagi di Balai Desa untuk menampilkan pertunjukan dari tiap paroki. Paroki Jagakarsa menampilkan drama yang bercerita tentang pentingnya menjaga lingkungan. Pukul 21.00 peserta beristirahat untuk melakukan pendakian ke Gunung Prau. Senin (01/05) Pukul 00.00 WIB peserta berkumpul di Balai Desa untuk pengarahan selama pendakian. Karena adanya keterbatasan, pendakian tidak dapat dilakukan sampai puncak gunung. Pendakian dilakukan sampai Bukit Rindu. Rasa lelah yang menerpa terbayar saat tiba di Bukit Rindu. Meskipun tidak sampai ke puncak, kami tetap merasa senang karena indahnya pemandangan alam yang diciptakan Allah. Pukul 08.00 kami turun dari Bukit Rindu dan menuju rumah keluarga asuh kami untuk bersiap-siap kembali ke Parakan. Pukul 11.00 kami berpamitan denagn keluarga asuh dan kembali ke Parakan. Semoga pengalaman Live In ini dapat kami bagikan untuk kerabat muda di paroki kami. Jagalah dan Rawatlah Alam Kita. Salam Hijau

 

*) Patricia Sari