MENGASIHI YESUS DENGAN MENURUTI PERINTAH-NYA

Jumat 07 Agustus 2020

Renungan Sabda Allah. (Matius 16:24-28)

Dalam Injil Yohanes 14:15  Yesus berkata: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”, dan dalam Yohanes 14:31: “Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku”. Yesus telah memanggil kita untuk menjadi pengikut-Nya, menjadi murid-Nya. Konsekwensi seorang murid yang baik ialah menuruti teladan gurunya dan menyamainya. Yesus telah memberikan teladan bahwa Ia melakukan apa yang diperintahkan Bapa-Nya kepada-Nya. Yesus telah taat dalam melakukan perintah Bapa-Nya, yaitu mencintai kita sehabis-habisnya dengan memberikan diri-Nya sampai mati di kayu salib, sebagai tebusan atas dosa-dosa kita.

Yesus dalam Injil hari ini memberikan syarat kepada para murid-Nya bahwa barangsiapa hendak mengikuti Dia, harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Dia, seperti Ia sendiri telah menyangkal diri-Nya dan mengurbankan nyawa-Nya. Petrus yang masih belum mengerti ajaran Yesus kepada murid-murid-Nya dalam Injil kemarin bahwa Yesus adalah Mesias yang harus menanggung penderitaan demi keselamatan umat manusia,  seketika memberikan reaksi bahwa hal itu tidak akan terjadi. Tapi ketidaksetujuan Petrus ini menjadi batu sandungan bagi Yesus sehingga Yesus menghardiknya. Yesus hari ini dengan lebih nyata memperjelas bahwa untuk menjadi pengikut-Nya murid-murid harus mau menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti-Nya.

Salib adalah konsekuensi dari komitmen bebas yang diambil oleh Yesus untuk mewartakan Kabar Baik bahwa Allah hendak menyelamatkan umat manusia dari dosa. Karena tindakan ini, Yesus mau menanggung penderitaan dan Ia tidak takut kehilangan nyawa-Nya. Ia berkata bahwa tidak ada kasih yang lebih besar dari pada seseorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya (Yoh 15: 13). Yesus menghendaki kita sebagai murid-murid-Nya agar berani menghadapi resiko untuk mewartakan Kabar Baik dan Kerajaan Surga. Untuk itu Yesus memperoleh kembali nyawa-Nya dalam kebangkitan-Nya tiga hari setelah kematian-Nya. Hal itu pula yang dijanjikan-Nya kepada kita. Marilah kita siap untuk menyangkal diri dengan mengutamakan urusan-urusan surgawi dalam hidup kita. Kata Yesus: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Mat 16:26)

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

 

You may also like...