Panggilan Hidup Membiara, Panggilan Adalah Mujizat

Setiap kali saya kembali untuk merenungkan panggilan Tuhan dalam hidup saya, kata-kata yang muncul adalah syukur untuk mujizat. Itulah yang sebenarnya terjadi, dalam hidup ini dimana saya sering menemukan mujizat- mujizat kecil yang membuat saya tidak berhenti untuk bersyukur kepada Tuhan.

Suster Lusni Sitanggang RSCJ

Saya lahir dari keluarga petani sederhana yang menjunjung tinggi pendidikan. Maka mimpi ayah saya, adalah kami mesti sukses, sekolah, kerja, bekerja untuk menghasilkan uang. Berbeda dengan ibu saya, yang selalu berkata, bahwa kebahagiaan letaknya bukan pada uang tetapi kerendahan hati dan mencintai satu sama lain.
Dari kecil, saya sudah bermimpi menjadi seorang biarawati. Dukungan ibu saya membuat saya semakin bertekad. Meskipun, ayah tidak memberikan ijin untuk mewujudkan mimpi ini. Kenapa saya menyebutnya mujizat ? Ketika lulus SMP, saya diminta untuk melanjutkan pendidikan saya di salah satu sekolah negeri yang bukan pilihan saya. Singkat cerita, saya ikut tes dengan 800 peserta tanpa persiapan belajar, karena saya masih berharap punya kesempatan sekolah di kota. Kami melakukan tes dilapangan sekolah, beberapa menit setelah tes dimulai saya mulai mimisan yang membuat LJK saya kotor dengan tetesan darah dari hidung. Dalam keadaan seperti itu, saya yakin bahwa saya pasti tidak lulus. Namun,seperti biasa saya tetap berdoa agar Tuhan memberi mujizat. Setelah selesai, saya mengajak teman-teman pulang, karena saya sangat yakin bahwa saya pasti tidak lulus. Tetapi, teman- teman saya bersikeras untuk menunggu hasil hari itu juga. Setelah satu jam menunggu,  pengumuman dimulai. Para petugas menempelkan daftar nama-nama yang lolos tes. Saya tidak berhasil memasuki kerumunan Karena badanku yang mungil. Saat orang –orang berjuang untuk melihat langsung hasilnya saya hanya berdiri menunggu nama-nama yang lulus dibacakan. Saat nama saya dibacakan, tak sadar air mata saya menetes, sambil berlulut mencium tanah saya berkata; “Tuhan terimakasih, saya berjanji akan memberikan hidup saya seutuhnya kepadaMu.”
Dengan berbekal berkat dan doa dari ibuku dan kejutan dapat ijin dari ayah, saya memulai kehidupan baru di Kongregasi RSCJ. Kongregasi RSCJ (Religious Sacre Couer de Jesu) atau yang dikenal dengan Kongregasi Hati Kudus Yesus. Kogregasi RSCJ berpusat di Roma dan tersebar

di 44 negara dan di 5 Benua. Di Indonesia sendiri jumlah para suster RSCJ masih sedikit. Tetapi, RSCJ diperkaya dengan kehadiran beberapa suster  dari Negara lain, seperti India, Amerika, Jepang, Inggris, Timor leste dan Indonesia. Seperti mimpi Suster pendiri kami yaitu St. Madeleine Sophie Barat,bahwa: setiap susternya diundang untuk memiliki sikap rendah hati dan menebarkan pendidikan dimana pun mereka berada. Melayani orang yang miskin dalam hidup rohani dan miskin secara materil. Kehidupan yang kontemplatif aktif mengundang setiap susternya untuk merefleksikan pengalaman setiap hari dan membawanya dalam doa.

Dari   pengalaman saya pribadi yang dibimbing oleh para suster, mereka mengajarkan kepada saya untuk menjadi doa sebagai pusat dari kehidupan. Pengalaman relasi dengan Yesus dan juga proses yang saya terima dalam Kongregasi membantu saya untuk bersyukur atas kesempatan melayani Tuhan dengan cara yang berbeda dari ayah dan ibu saya. Saya teringat saat bertemu untuk pertama kalinya dengan suster Jovita( Sr.Lulud) dan Sr. Inoue. Suster Inoue berkata bahwa pertemuan kami adalah mujizat. Maka, saya percaya bahwa setiap detik dalam hidup ini ada mujizat yang perlu saya syukuri. Kebahagiaan dan juga tantangan yang saya alami selama ini membuat saya menjadi pribadi yang kuat dan mencintai Yesus tanpa ragu. Kesejahteraan dalam biara, hidup dalam keberagaman bahasa, budaya, kesempatan untuk mengunjungi Negara atau kota lain adalah bonus dari kesediaan diri untuk menjawab‘ya’kepadaTuhan. Terima kasih untuk cinta Kongergasi yang membantu saya untuk berkembang lewat hidup bersama, doa, pendidikan, dan relasi yang kuat terhadap satu sama lain dan khusunya denganYesus. Sepenggal lagu ini mewakili kebahagiaan dicintai dan mencintaiNya. Bergetar debar dihatiku mendengar sabda panggilan-Mu. Serasa diriku tak mampu menjawab kehendak sabdaMu. Tetapi ajaib cintaMu, tlah memikat dan membimbingku menyusuri jalan panggilanMu demi karya dikebun anggurMu.

Sekarang saya mengerti rencana Tuhan mengapa DIA lebih menghendaki saya sekolah di SMA itu. Tuhan mempunyai cara untuk memberikan berkat-Nya bagi setiap orang. Undangan saya untuk para orang tua dan kaum muda, Jangan ragu untuk mencoba sesuatu yang baru. Hidup biara itu indah dan punya cerita sendiri. Semoga Tuhan memberkati.