Pekan Suci Pekan Pengharapan

 

Daun palma telah disiapkan. KehadiranNya dinantikan. Apakah pengorbananNya sebanding dengan segala dosa yang telah kita perbuat?

 

Sepekan ini umat katolik telah memasuki masa Pekan Suci yang di awali dengan Minggu Palma, Sabtu-Minggu, 8-9 April 2017, atau bisa disebut sebagai masa dimana Yesus di elu-elukan oleh orang banyak saat memasuki Yerusalem. Namun disitu pula lah Yesus datang sebagai domba pilihan untuk penebusan dosa umat manusia. Ia dengan rela mengorbankan diriNya hanya demi cintaNya kepada kita.

Pada misa pagi Minggu Palma di kapel Desa Putera yang di pimpin oleh Romo Rufi , Msf dan Romo Eko, Msf diikuti oleh umat paroki Jagakarsa dengan khidmat dari awal prosesi perarakan dan juga pada saat umat di perciki air suci dengan daun palma ditangan.

Saat memasuki pekan suci, kita dituntut menjalani masa pertobatan ini dengan hati dan jiwa yang bersih dan juga pantas serta layak. Jadi, perlukah kita mengaku dosa? Tuhan yesus sudah menderita karena dosa manusia, kita tak ingin  untuk menambah dosa tapi kita jadikan momen ini menjadi suatu pengharapan. Pada perayaan kali ini kita diingatkan kembali untuk selalu mengingat Tuhan Yesus dan selalu yakin untuk tidak menyerah.

Tuhan Allah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku memberi semangat baru kepada orang lain yang letih lesu. Demikian pesan Romo Eko pada saat homili

——————————————————————————————————————————.

Suasana yang tidak berbeda juga di lakukan oleh umat paroki Jagakarsa di kapel Bahtera Kasih  dan Misa Minggu Sore di kapel Desa Putera yang menjalani misa Minggu Palma yang dipimpin oleh Romo Tarno,Msf. Ada banyak tanggapan berkenaan dengan peristiwa hari ini yang setiap tahun kita alami dan kita rayakan. Ada 2 kelompok tanggapan, Dimana  1 kelompok merasa kurang bahagia namun mereka mau hadir dan ikut serta merayakan. Sedangkan kelompok lain merasakan keimanannya yang semakin di teguhkan, dikuatkan untuk hidup selanjutnya dan  berpengharapan karena sungguh-sungguh mengerti akan Dia, guru yang kita ikuti dan percayai. Namun dari 2 kelompok itu semua yang hadir dalam perayaan Minggu Palma ini karena percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Kiranya kita selalu bercermin akan hidup dalam menghadapi segala kegundahan dan pergulatan iman kita. Suatu waktu kita pernah berada diposisi seorang Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus, Maria Magdalena yang ikut serta mendampingi Yesus dan juga Yusuf Arimatea yang ikut ambil bagian saat Yesus di wafat di kayu salib. Ini adalah warna hidup, kita hendak berlaku sebagai murid yang sejati , senantiasa berani bersaksi tentang Tuhan. Makin kita mempercayakan hidup kepadaNya, kita akan keluar sebagai pemenang dan kita akan menerima kemuliaan.

 

  • Tasya & Deni KOMSOS