Pengelolaan Dan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Sie Lingkungan Hidup

Dalam rangka memperingati hari sampah Indonesia, Dewan Paroki Jagakarsa melalui Seksi Lingkungan Hidup mengadakan kegiatan membersihkan sampah dan rumput di halaman Pastoran, termasuk memotong cabang- cabang tanaman yang terlalu rimbun. Kegiatan dihadiri sekitar 50 warga, diantaranya Ketua Dewan Paroki, Ketua pendamping, Ketua Wilayah, Ketua lingkungan dan warga paroki. (Sabtu, 20/02/2016).

Kegiatan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah Pelatihan Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga. Pada pelatihan tersebut dijelaskan dengan gamblang oleh nara sumber masing-masing kegiatan, mengenai: Alat-alat yang digunakan dan sekaligus ditampilkan contoh alat bersangkutan – Beberapa bahan pokok yang digunakan untuk proses pembuatan serta bahan tambahan yang dibutuhkan – Cara atau teknik pelaksanaan mulai dari awal hingga akhir – Pemanfaatan hasil produk.

Terdapat 4 pokok sub kegiatan yang disampaikan pada pelatihan tersebut yaitu:

  1. Pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga dengan system aerob. Banyak orang enggan melakukan pengolahan sampah karena bau. Dengan system ini, selama proses pembuatan /hasilnya kompos tidak berbau. Pada saat pelatihan dijelaskan juga cara pembuatan activator dan pupuk kompos sebagai starter serta menyediakan keranjang dan tong yang didesain khusus.
  2. Pembuatan kompos dari sampah organic rumah tangga dengan system an aerob. Bagi orang yang ingin memproduksi kompos dengan tenaga ringan dan hasilnya berupa pupuk kompos dengan hasil sampingan berupa pupuk organic cair, maka diberikan pula pelatihan pembuatan pupuk kompos secara an aerob. Pada pelatihan tersebut di tunjukkan 2 contoh alat yang terbuat dari ember dan dari tong 60 liter dan cara pembuatan kompos.
  3. Pemanfaatan Pupuk Kompos. Pada pelatihan dijelaskan bahwa terdapat 2 manfaat pupuk kompos yaitu:
  • Untuk bahan pembuatan pupuk organic cair. Ada 2 cara pembuatan yaitu system aerob dan system an aerob. Pada pelatihan tersebut ditunjukkan alat dan bahanserta cara pembuatannya.
  • Untuk media tanaman sayur, dan tanaman hias maupun tanaman lainnya.

Kedua manfaat tersebut sesuai dengan rencana kegiatan selanjutnya di seksi Lingkungan Hidup Paroki Ratu Rosari Jagakarsa yaitu Budidaya Hidroponik yang menggunakan media dan pupuknya berasal dari kompos sampah rumah tangga.

  1. Pengelolaan dan pemanfaatan sampah plastik dari sampah rumah tangga.

Hal yang paling menarik bagi sebagian peserta adalah keinginan untuk mengelola sampah plastik. Hal ini dimaklumi bahwa plastik merupakan sampah paling menjengkelkan karena sampah plastik sulit terurai.

Pada pelatihan tersebut disampaikan oleh nara sumber penanganan plastik yang mudah, murah dan menguntungkan. MUDAH karena dapat dilaksanakan oleh setiap orang; MURAH karena biayanya tidaklah mahal dan sangat terjangkau; serta MENGUNTUNGKAN karena hasilnya dapat dijual atau digunakan sendiri dengan margin biaya dan hasil masih menguntungkan.

Terdapat dua tahapan pengelolaan sampah plastik, yaitu:

  1. Penanganan sampah plastik di rumah tangga dengan cara pengepresan. Tujuan Pengepresan dan pengepakan sampah plastik ini untuk mengumpulkan dan membungkus sampah plastik dengan rapi, padat/ringkas dan memudahkan penjualan ke pengolah plastik.Caranya: dengan menggunakan alat pengepres fortable seharga sekitar Rp.450.000,-.
  2. Alat penyuling plastik menjadi BBM. Tujuan mengolah plastik menjadi bahan bakar minyak setara dengan minyak tanah. Dengan demikian plastik yang telah dikumpulkan dan dipacking oleh warga dapat dijual dan diolah ditempat pengolah plastik. Dengan demikian plastik dapat diuraikan dan dimanfaatkan dan tidak lagi sebagai residu yang mencemarkan lingkungan. Cara: mengolah/menyuling dengan alat penyuling plastik sederhana seharga Rp. 1.500.000,-

Bagi umat yang ingin mempunyai alat-alat dan bahan-bahan tersebut diatas dapat menghubungi Seksi Lingkungan Hidup Paroki Jagakarsa, atau dapat menghubungi nara sumber Hp. 081298799799.

parkan-listyanto

Sie Lingkungan Hidup

You may also like...