Renungan Yohanes 20: 19-31

“Ya Tuhanku dan Allahku”

Bagi para murid, penampakan Yesus Kristus yang sudah bangkit bukanlah sekedar menjadi peristiwa “perasaan” yang membuat mereka kagum, heran ataupun terkejut. Lebih dari itu, kisah penampakan Yesus yang bangkit kepada para murid menjadi peristiwa iman yang semakin membawa mereka percaya bahwa Yesus Kristus adalah benar-benar Putra Allah; Allah yang menjadi manusia untuk menebus dosa umat-Nya.

Ungkapan “Ya Tuhanku dan Allahku” dari mulut Thomas, salah satu murid Yesus yang tidak percaya akan kebangkitan-Nya; sangat menyentuh iman kepercayaan Thomas kepada Yesus. Mari kita kaitkan dengan hukum dalam Keluaran 20: 7, yang berbunyi: “Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan..”. Sudah barang tentu ayat ini sangat dimengerti oleh para murid sebagai larangan untuk menyebutkan nama Tuhan dengan tidak hormat, dan saya yakin Thomas pun mengetahui tentang larangan ini. Walaupun, pada zaman modern saaat ini, larangan tersebut seringkali tidak diperhatikan oleh banyak orang. Kita seringkali spontan berucap “ya Tuhan” ketika ada peristiwa yang mengejutkan. Contohnya: kalau kita melihat kecelakaan di jalan, dengan spontan kita pasti berucap “ya Tuhan”. Akan tetapi, sangat lain dengan ketaatan para murid pada zaman mereka. Hal tersebut semakin memperjelas, bahwa ungkapan Thomas yang menyebut Yesus sebagai Tuhan dan Allah bukanlah sebuah ungkapan keterkejutan biasa.

Selain itu, apabila ungkapan Thomas tersebut hanyalah kekegetan atau keheranan biasa, maka Yesus pasti menegur Thomas. Malahan sebaliknya, Yesus meneguhkan Thomas dengan berkata, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya” (ayat 20:29). Semoga iman kita semakin dikuatkan dan diteguhkan melalui pengalaman iman Thomas rasul ini, bahwa Yesus sungguh-sungguh Putra Allah, Allah yang menjadi manusia.