Sakramen Ekaristi

Romo Fedy
Romo Feddy

Ekaristi berasal dari kata Latin Eucharistia atau kata Yunani Eucharistein yang berarti ”ucapan syukur.” merayakan Ekaristi berarti merayakan ucapan syukur atas karya keselamatan Allah. Karya keselamatan Allah yang terjadi dalam wafat dan kebangkitan Kristus. Ekaristi pertama-tama dilihat dan dipahami sebagai kenangan akan Perjamuan Terakhir yang diadakan Kristus bersama para Rasul, serta kenangan akan wafat dan kebangkitan Kristus sebagaimana diwartakan oleh Paulus ( 1 Kor 11 : 23 – 26 )

Bagi Gereja katolik, Sakramen Ekaristi dipahami sebagai sumber dan puncak seluruh hidup kristiani, karena sakramen-sakramen lainnya, begitu pula semua pelayan gerejawi serta karya kerasulan, berhubungan erat dengan Ekaristi Suci dan terarah kepadanya. Sebab dalam Ekaristi Suci tercangkuplah seluruh kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus sendiri, Paskah kita dan Roti hidup, yang karena daging-Nya yang dihidupkan oleh Roh Kudus dan menjadi sumber kehidupan mengaruniakan kehidupan kepada manusia.

Intensi/ujub misa

Intensi /ujub misa untuk misa Sabtu dan Minggu hendaknya sudah diserahkan ke Pastoran sebelum hari Sabtu pagi agar dapat ditulis dalam buku pengumuman gereja yang akan dibaca oleh lektor/lektris sebelum perayaan ekaristi.

Untuk misa harian intensi/ujub misa bisa diserahkan kepada romo sebelum misa dimulai atau sebelumnya diserahkan ke Pastoran.

Intensi/ujub misa hanya dibacakan sekali dalam perayaan ekaristi sesuai dengan permintaan pemohon. Dalam permohonan intensi misa hendaknya disertakan pula stipendium untuk romo.

Perlu diketahui bahwa dalam perayaan ekaristi ada beberapa catatan yang harus diperhatikan sehingga kita layak untuk mengikuti serta menyambut tubuh Kristus. Catatan tersebut antara lain :​

  1. Perlu ditekankan pentingnya kesucian diri dan hidup agar pantas menyambut kehadiran Kristus di dalam perayaan Ekaristi. Artinya apabila umat mempunyai dosa (khususnya dosa berat dan besar) dianjurkan mengaku dosa terlebih dahulu.
  2. Orang yang mempunyai halangan di bidang perkawinan tidak diperkenankan menyambut komuni (misalnya : orang katolik menikah di KUA/Catatan Sipil?Gereja Kristen dsb) kecuali kalau halangan perkawinan sudah dibereskan.
  3. Perlu diterangkan pentingnya menghormati Sakramen Mahakudus yang ada di tabernakel, karena seringkali terjadi bahwa orang tidak begitu memperhatikan untuk menaruh hormat kepada Sakramen Mahakudus yang ada di tabernakel.
  4. Perlu diterangkan sikap-sikap tertentu dalam mengikuti Ekaristi, khususnya sikap lahiriah, sehingga orang dapat terbantu di dalam penghayatannya mengenai Ekaristi (misalnya: apa artinya membuat tanda salib di dahi-mulut-dada menjelang bacaan Injil, apa yang harus dikatakan ketika menerima tubuh Kristus, dsb).

Perayaan Ekaristi di Paroki Ratu Rosari diadakan di 2 Kapel yaitu Kapel Bahtera Kasih Cilandak dan Desa Putera. Jadwal perayaan ekaristi di Kapel Bahtera Kasih :

  • Jumat pertama pkl. 12.00 yang mengadakan Arek
  • Sabtu sore pkl. 17.30
  • Minggu pagi pkl. 07.00

Jadwal perayaan ekaristi di Kapel Desa Putera :

  • Misa harian Senin – Jumat pkl. 05.45
  • Jumat Pertama pk. 18.00
  • Sabtu sore pkl. 17.30
  • Minggu pkl. 07.00 dan 17.00

Pastor Paroki juga melayani misa atas permintaan keluarga /lingkungan selain hari Sabtu dan Minggu. Prosedur permohonan misa di keluarga / lingkungan adalah :

  • Permohonan melalui Ketua Lingkungan. Jika salah satu keluarga ingin mengadakan misa di rumah harus melapor kepada Ketua Lingkungan dan Ketua Lingkungan mengajukan ke Pastoran, dimohon untuk permintaan misa di keluarga/lingkungan jauh-jauh hari sudah melapor/mendaftar ke Pastoran dengan ujub atau intensi misa tersebut.
  • Mendekati hari pelaksanaan dimohon untuk konfirmasi ulang ke Pastoran ( keberangkatan romo, tempat, misa dimulai jam berapa ? dll)
  • Jika perayaan ekaristi dipimpin oleh Romo dari luar paroki/saudara, Ketua Lingkungan wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki, siapa Romo yang akan memimpin  secara tertulis atau lisan.
  • Jika ingin mengadakan misa midodareni di rumah kalau pelaksanaan pemberkatan perkawinan oleh Pastor Paroki untuk mencari romo dari luar paroki.
  • Jika menghendaki Pastor Paroki untuk misa, pemberkatan rumah di luar Paroki Ratu Rosari Jagakarsa yang bersangkutan (tuan rumah) harus minta ijin kepada Pastor Paroki dimana tempat pelaksanaan berada. Cantoh : Umat Jagakarsa membangun rumah di wilayah Paroki St. Paulus Depok minta diberkati oleh romo dari Jagakarsa, maka yang bersangkutan harus minta ijin kepada Pastor Paroki St. Paulus – Depok.
  • Jika umat ingin menyampaikan ujub atau intensi misa Sabtu dan Minggu, mohon dikirim ke Pastoran paling lambat Sabtu pagi, jika intensi untuk misa harian dapat diserahkan ke Pastoran sebelumnya atau langsung sebelum misa di mulai.