Satursay’s Wave of Mercy

 

spiritofmercySabtu 3 September 2016, Paroki St. Stefanus mengadakan acara Satursay’s Wave of Mercy yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Leo Dehon lantai 4. Acara ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh Putera Puteri Altar, REKAT (Remaja Katolik) Paroki St. Stefanus, ISKADEN serta beberapa paroki undangan seperti Paroki Asisi Tebet dan Paroki Ratu Rosari Jagakarsa.

Sebelum acara dimulai, peserta melakukan registrasi untuk pengambilan nama (sekaligus nomor kelompok) dan makan siang. Terdapat empat kelompok yang masing-masing terdiri dari sepuluh orang. Rasa canggung dan gugup tentu saja menghampiri karena pada awalnya kami belum mengenal satu sama lain. Namun seiring berjalannya waktu kami pun dapat mengenal teman-teman yang ada di dalam kelompok. Setelah registrasi dan makan siang selesai, acara pun dimulai.

Acara diawali dengan doa Tahun Kerahiman Suci Ilahi. Setelah berdoa, acara dibuka oleh Romli (sapaan akrab Romo Lilo) dengan ice breaking. Suasana yang awalnya tegang berangsur-angsur mencair karena tingkah lucu anak-anak dan Romo Lilo sendiri. Setelah ice breaking, Romo Lilo pun menjelaskan latar belakang terselenggaranya Saturday’s Wave of Mercy dan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan dalam acara ini. Empat kelompok yang sudah terbentuk tadi dibagi untuk memasuki kota-kota (pos game) seperti Betsaida, Gurun Pasir, Golgota dan Galatia, permainan game dilaksanakan di lantai 3. Masing-masing kelompok harus memasuki kota-kota tersebut secara bergantian sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat. Dalam kota-kota tersebut setiap kelompok bermain game yang mengandung makna dan kisah alkitab, setiap memasuki kota pun para anggota diberi bacaan alkitab mengenai kota-kota yang dikunjungi. Pelaksanaan game berlangsung sangat seru dan penuh antusias dari anakanak, canda dan tawa pun lepas dalam setiap permainan. Tak mau kalah para fasilitator pun sangat semangat dalam memberi materi game. Pada akhir permainan kami pun merefleksikan apa makna yang dapat diambil dari game dan bacaan alkitab tersebut. 

Setelah semua kelompok selesai mengikuti game dari kota-kota tersebut kami pun kembali ke lantai 4 untuk coffe break sore dan bersiap-siap untuk ekaristi penutup. Dalam homilinya, Romli pun berinteraksi dengan anak-anak dan memanggil perwakilan dari Paroki Asisi Tebet dan Paroki Ratu Rosari Jagakarsa untuk diberi beberapa pertanyaan. Beliau juga mengulas kembali mengena makna yang dapat diambil dalam setiap pos game, pada intinya kita mungkin mempunyai kelemahan, namun dalam kelemahan itulah yang membuat kita lebih percaya kepada Tuhan dan dalam kelemahan itu pula yang menjadi kekuatan bagi kita untuk bangkit dari kegagalan.

Seusai perayaan ekaristi,acara pun ditutup dengan foto bersama seluruh panitia dan peserta Saturday’s Wave of Mercy.

►Dara