Siapakah Yesus Menurut Para Rasul/Murid/Pengikut-Nya?

Sejak Yesus mulai berkarya di dunia ini, Dia memanggil murid-murid-Nya menjadi pengikut-Nya dan memilih 12 orang menjadi murid inti atau Rasul yaitu: Simon Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus, Filipus, Bartolomeus, Tomas, Matius, Yakobus, Tedeus, Simon, dan Yudas. (Mat 10:2-4).

 

Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus

Sejak Yesus mulai berkarya di dunia ini, Dia memanggil murid-murid-Nya menjadi pengikut-Nya dan memilih 12 orang menjadi murid inti atau Rasul yaitu: Simon Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus, Filipus, Bartolomeus, Tomas, Matius, Yakobus, Tedeus, Simon, dan Yudas. (Mat 10:2-4). Kepada ke 12 rasul inilah nanti Yesus akan menyerahkan tugas dan kuasa yang sangat penting dan berat, yaitu: mengusir roh-roh jahat, menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan (Mat 10:7) dan bahkan membangkitkan orang mati. Kepada Simon akan diberikan kunci Kerajaan Sorga, apa yang ia ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang dilepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga (Mat 16:19). Kuasa yang sama juga diberikan kepada para Rasul yang lain (Mat 18:18). Dan yang terakhir ketika Yesus akan naik ke sorga, Dia mengutus para murid menjadikan semua bangsa murid-Nya dan membaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.(Mat 28:18). Mengampuni dosa orang dan menyatakan dosa orang tetap ada. (Yoh 20:23) Mereka diberi kuasa yang begitu besar namun juga tugas yang amat berat karena diutus seperti ketengah-tengah serigala. (Mat 10:16)
Melihat beratnya tugas dan besarnya kuasa yang diberikan kepada mereka maka seharusnya mereka adalah orang-orang yang cerdas, tangguh, dan beriman yang teguh. Yesus memilih para Rasul tersebut bukan dari kalangan terpelajar, tetapi kebanyakan dari nelayan yang mungkin juga beberapa dari mereka tidak melek huruf. Hanya satu orang yang berpendidikan yaitu Matius mantan pegawai pajak. (Mat 9:9). Ketika Yesus memanggil mereka menjadi pengikutnya, mereka telah menunjukkan kesetiaannya meninggalkan pekerjaannya, keluarganya, orang tuanya tanpa mengetahui kemana akan dibawa.
Merekalah yang mendampingi Yesus selama 3 tahun mendengar ajaran-Nya, menyaksikan apa yang diperbuat-Nya termasuk mujizat-mujizatNya. Melihat apa yang diperbuat Yesus sudah seharusnya mereka percaya bahwa Dia adalah Mesias yang datang dari sorga. Dia adalah Tuhan karena berkuasa akan nyawa manusia yaitu menghidupkan orang-orang yang sudah mati, berkuasa mengampuni dosa manusia, dan berkuasa akan alam yaitu meredakan angin ribut dll.
Dalam kebersamaan mereka selama 3 tahun terkadang Yesus yang begitu lembut dan sabar harus juga memarahi mereka karena sangat lambat untuk mengerti. Baru saja Yesus memberi makan 4.000 orang dari 7 roti dan beberapa ikan, namun ketika Yesus mengingatkan tentang ragi orang Farisi dan ragi Herodes, mereka menyangka diperingatkan karena tidak membawa roti (Mrk 8:14-21). Baru saja Simon mangakui Dia sebagai Mesias yang turun dari sorga, namun saat itu juga ketika Yesus memberitahukan bahwa Dia harus menanggung banyak penderitaan, lalu dibunuh, Petrus menegor Dia (Mrk 8:31-9:1). Bahkan Yakobus dan Yohanes meminta agar mereka duduk dalam kemuliaan-Nya kelak satu di kiri dan satu di kanan (Mrk 10:35-45) karena menurut mereka Yesus adalah Mesias yang akan berkuasa di dunia ini. Para Rasul juga sempat bertengkar tentang siapa yang terbesar diantara mereka (Luk 9:46-48)
Yudas menghianat, menyerahkan Yesus kepada para imam kepala

yang telah lama menunggu kesempatan menangkap Yesus, entah apa motivasinya kurang jelas apakah semata-mata uang atau ada motivasi lain. Yesus ditangkap dan tidak melakukan perlawanan. Para pengikut-Nya tentunya mengharapkan Yesus melakukan perlawanan, karena mereka telah melihat sendiri kuasa yang ada pada-Nya, atau setidak-tidaknya Dia bisa meloloskan diri. Mereka belum memahami dan mempercayai pemberitahuan Yesus tentang sengasara dan wafat yang harus Dia hadapi untuk memenuhi tugas dari Bapa yang mengutus-Nya dan untuk menggenapi kitab-kitab para nabi. Para Rasul kecewa dan ketakutan, lari terbirit-birit meninggalkan Yesus sendirian. Petrus yang terkenal tegar hanya berani mengintai dari jauh, harus menyangkal sebagai murid Yesus sampai 3 kali. Selama Yesus diadili oleh Kayapas, Herodes, dan Pilatus kemudian didera sehabis-habisnya tentu mereka masih mengharapkan Yesus meloloskan diri karena Dia adalah Mesias yang turun dari sorga. Sampai Yesus tergantung di kayu salib hina dan wafat maka pupuslah harapan mereka. Sesuai keyakinan Orang Yahudi jika Yesus benar-benar yang diurapi, maka tidak mungkin wafat dengan cara yang sangat hina yaitu penyaliban. Disaat itu pasti iman mereka goyah sehingga mereka ketakutan bersembunyi di suatu rumah (Yoh 20:19) karena sasaran berikutnya yang akan dikejar para Farisi adalah mereka.

Setelah Yesus bangkit, Ia pertama sekali menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena, daripadanya Yesus pernah mengusir 7 setan (Mrk 16:9). Maria tidak langsung mengenal Yesus karena tubuh-Nya bukan lagi tubuh duniawi seperti yang biasa dia lihat waktu Yesus belum wafat,yang melainkan sudah berubah menjadi tubuh surgawi. Setelah Yesus memanggil namanya barulah dia mengerti bahwa Ia adalah Yesus.(Yoh 20:16). Maria Magdalena memberitahukan apa yang dia alami kepada murid lain, namun mereka tidak percaya (Mrk 16:10-11). Dua murid sedang berjalan ke Emaus sedang membicarakan Yesus, dijumpai oleh Yesus dalam rupa lain (Mrk 16:12). Ketika Yesus bertanya apakah yang sedang mereka bicarakan mereka menjawab-Nya:”Sedang membicarakan Yesus, seorang nabi yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Dia telah dihukum mati oleh imam-imam kepala. Padahal kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel (Luk 24:13-21). Setelah mereka makan bersama, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, terbukalah mata mereka dan mengenal Dia”. (Luk 24:30-31). Demikian juga Tomas, tidak percaya Yesus bangkit karena ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid dia tidak ada disitu. Dia percaya setelah dia meraba tangan dan lambung Yesus. (Yoh 20: 24-29)

Demikianlah para pengikut Yesus dan para rasulnya tidak dapat langung mengenal dan mempercayai Yesus yang telah bangkit karena mereka dibelenggu oleh harapan kepada Yesus yang datang ke dunia ini adalah untuk membebaskan bangsa Israel dari penjajahan. Sesuai dengan janji Allah kepada Abraham, Daud mereka akan menjadi bangsa yang besar dipimpin oleh raja yang sangat berkuasa karena kuasanya berasal dari sorga dan semua bangsa di dunia akan tunduk kepada mereka. Setidak-tidaknya itulah penafsiran mereka tentang Mesias yang dinubuatkan para nabi.

Bagaimana kita sebagai murid Yesus saat ini?

Kita yang tidak mengalami kehadiran Yesus sebagai manusia sekitar 2016 tahun yang lalu, namun Yesus bersabda kepada Tomas:”Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh 20:29b). Walau Yesus telah naik ke sorga, namun Dia tetap menyertai kita senantiasa sampai akhir zaman. (Mat 28:20b) Dapatkah kita merasakan kehadiran-Nya dalam diri kita sepanjang hidup kita? Ketika kita menginginkan sesuatu lalu kita memohon dan memohon, dan ketika keinginan kita tersebut belum dikabulkan barang kali kita bertanya dalam hati kita dimana Tuhan? Dimana Yesus yang katanya menyertai aku senantiasa, tapi aku sudah berkali-kali memohon kok gak didengar-Nya? Kita tidak dapat merasakan kehadirannya karena mata hati kita atau indra rohani kita tertutup oleh keinginan yang sangat mendesak kita, sehingga kita pun bermohon kepada Tuhan dengan cara mendesak pula. Kita merasa sangat membutuhkan apa yang kita minta, lalu meminta namun dengan nada memaksa, lalu kita mau mengatur Dia. Padahal senantiasa Dia hadir dalam diri kita, mengetahui apa yang kita perlukan dan kapan saatnya diberikan.

Seharusnya kita cukup mencari waktu sejenak menenangkan diri keluar dari rutinitas yang mengganggu relasi spesial kita dengan Dia. Kita akan merasakan kelembutan-Nya, kebaikan-Nya, kehangatan kasih-Nya lalu kita akan berseru dalam hati: ”Ya Tuhanku dan Allahku!”

Sumber  Keempat Injil
Oleh: Beatus Hasibuan (Prodiakon PRRJ)