T A R I

Tari adalah gerakan badan (tangan dsb) yang berirama dan biasanya diiringi bunyi-bunyian (musik, gamelan, dsb). Menari adalah memainkan tari (mengerakgerakkan badan dsb, dengan berirama dan sering diiringi dengan bunyibunyian.

 

SUSTER Hildegardis Afra, OP
Kehidupan ini adalah sebuah tarian siapa penarinya ya semua orang, entah orang tersebut muda atau tua, entah dia beragama atau tidak beragama tidak menjadi masalah. Hal menari menjadi masalah ketika para penari entah muda atau tua tidak mempunyai respek satu sama lain apalagi kalau si pelaku penari tersebut juga tidak respek pada dirinya sendiri.

Dalam kesempatan ini saya mau berbagi akan pengalaman hidup Yakup dengan Allah dalam kitab kejadian 32:22–32. Bahwa Yakup bergumul dengan seseorang yang tidak dia tahu sungguh luar biasa, dan dari pergumulan itu dia akhirnya bertemu dengan Allah sendiri. Tarian menjadi indah kalau para pelaku menari menyadari dan menaruh perhatian satu dengan yang lainnya juga memiliki rasa tanggungjawab karena ada kesadaran bahwa keindahan dari tarian yang ditampilkan adalah sebuah tanggungjawab bersama demi keindahan tarian juga demi orang lain.

Apa yang mau disampaikan melalui Tarian dan pergumulan Yakup bahwa untuk memperoleh berkat seseorang harus berjuang dan Tuhan memberkati seluruh perjuangan tersebut. Seperti apa yang di ungkapkan oleh Santo Paulus kepada umat di Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan Kepadaku". 

Dalam masa pra-Paskah adalah masa yang tepat untuk menunjukkan keindahan sebuah Tarian yang adalah hidup diri kita sendiri, melalui kesempatan dalam Tahun Kerahiman Allah, kita mau mementaskan tarian ini dalam forum umum agar seluruh area dimana kita berada dipenuhi oleh tarian yang saling bertaut dengan irama yang lembut sama seperti siraman embun di pagi hari.

Tarian itu akan semakin indah kalau kita mau terus berlatih dengan baik, hidup kita juga akan semakin baik kalau kita mau membuka diri dan datang kepada Allah melalui Sakramen-sakramen yang ada dalam gereja. Pergerakan penari dan alat penyerta menjadikan tarian itu indah demikian juga Sakramensakramen menjadikan hidup indah, seperti Sakramen Tobat memberi makna pada hidup yang membawa orang kembali berdamai dengan Allah dan diri sendiri.