Terus Dipanggil dan Terus Dipilih

 

Yesus-bicara-dengan-Muridnya-hidupkatolik com

 

PGU adalah Paguyuban Gembala Utama yang anggotanya adalah para mantan seminaris, frater juga mantan Romo. Para anggotanya sangat aktif dan luar biasa dalam memberikan perhatian pada pendidikan para calon imam di seminariseminari seluruh Indonesia. Beberapa profile dan pandangan dari aktivis PGU dalam hal panggilan; Pak John, pernah sekolah di Seminari Tinggi, tidak lanjut dan masuk ke Sekolah Tinggi Kateketik. Setelah lulus Sekolah Kategis tersebut, beliau mendaftar dan diterima menjadi TNI dibagian Pusat Pembinaan Rohani Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Kolonel. Beliau berkomentar; Saya Dipannggil Tuhan menjadi Frater, selesai Tahun Pastoral dipanggil Tuhan lagi untuk tidak lanjut. Tampaknya Tuhan menghendaki saya membawa kabar keselamatan pada teman-teman di Angkatan Darat dan menguatkan iman mereka ditengah penugasan yang beresiko tinggi. Pak Hubert, mantan Romo yang sekarang ini masih aktif sebagai salah satu Direksi di perusahaan Tambang Nikel dan menjadi Anggota Dewan Paroki Inti disuatu Paroki.

Beliau sempat menjadi Romo selama 7 tahun dan tidak lanjut. Dalam sharingnya beliau mengatakan; Tuhan pernah memanggil dan memilih saya untuk menjadi Romo, dan Tuhan pernah memanggil saya lagi namun tidak memilih saya lagi untuk lanjut menjadi Romo. Tuhan memanggil saya sekarang untuk menggembalakan domba domba yaitu karyawan tambang yang jumlahnya ribuan, sebulan sekali saya ke lokasi mendampingi dan memotivasi mereka bahwa kerja ditambang yang jauh dari anak istri dan hiburan adalah juga pelayanan. Saya tidak jadi Romo lagi bukan karena tergoda wanita dan baru menikah 4 tahun kemudian. Saat ini, anak tunggal saya, laki-laki sedang belajar di Seminari Menengah. Saya ingin anak saya seterusnya menjadi imam, meskipun nantinya tidak ada lagi keturunan saya. 

Boni, aktivis KMK dan pendamping Putra Altar, alumni Fakultas Psikologi yang saat ini bekerja di perusahaan swasta bagian SDM ternyata pernah Sekolah di Seminari Menengah. Pada saat akan masuk ke Seminari Tinggi ternyata Tuhan memanggilnya Beliau sempat menjadi Romo selama 7 tahun dan tidak lanjut. Dalam sharingnya beliau mengatakan; Tuhan pernah memanggil dan memilih saya untuk menjadi Romo, dan Tuhan pernah memanggil saya lagi namun tidak memilih saya lagi untuk lanjut menjadi Romo. Tuhan memanggil saya sekarang untuk menggembalakan domba domba yaitu karyawan tambang yang jumlahnya ribuan, sebulan sekali saya ke lokasi mendampingi dan memotivasi mereka bahwa kerja ditambang yang jauh dari anak istri dan hiburan adalah juga pelayanan. Saya tidak jadi Romo lagi bukan karena tergoda wanita dan baru menikah 4 tahun kemudian. Saat ini, anak tunggal saya, laki-laki sedang belajar di Seminari Menengah. Saya ingin anak saya seterusnya menjadi imam, meskipun nantinya tidak ada lagi keturunan saya. Boni, aktivis KMK dan pendamping Putra Altar, alumni Fakultas Psikologi yang saat ini bekerja di perusahaan swasta bagian SDM ternyata pernah Sekolah di Seminari Menengah. Pada saat akan masuk ke Seminari Tinggi, ternyata Tuhan memanggilnya untuk lanjut ke Perguruan Tinggi lain. Boni berkomentar; waktu itu saya diminta pembimbing Seminari untuk belajar dulu diluar, kalau nanti masih merasa panggilan hidup bakti saya kuat, dipersilahkan untuk mendaftar lagi. Saat ini saya aktif di KMK dan mendampingi putra altar dengan tujuan mendorong dan mempromosikan panggilan setiap saat, sambil saya promosikan panggilan itu untuk diri sendiri. Nanti kalau sudah genap 3 tahun bekerja, saya akan memutuskan untuk lanjut ke Seminari Tinggi atau berkeluarga.

Salah seorang Uskup mengaku bahwa bapaknya adalah mantan Seminaris, beliau mengatakan bahwa mereka yang telah meninggalkan seminari dan imamat tidak berarti tidak bisa memberikan kontribusi dalam mempromosikan panggilan imamat dan hidup membiara. Sebab, pengetahuan dan spiritualitas yang mereka peroleh di seminari sangat tepat untuk mempromosikan panggilan itu di dalam keluarga dan umat serta sebagai awam memotori dalam mewartakan kabar keselamatan.
 Mateus 22:14, “Sebab banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih”. Sering kita dengar dan nampaknya demikian pula kenyataanya dalam dunia pendidikan hidup bakti. Untuk memenuhi panggilan Hidup Bakti tidaklah mudah, namun bisa bila disertai kesetiaan, bimbingan Roh Kudus dan doa dari segenap umat, agar terus dipanggil dan juga terus dipilih. Semoga

 

oleh : Widie Tjahjanto