YESUS ADALAH ROTI SURGA YANG MEMBERI HIDUP KEKAL

Minggu 14 Juni 2020

Renungan sabda Allah. (Yohanes 6: 52-59)

Dalam Injil Yohanes tertulis: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia . Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Yoh.1:1-5). Dan dalam Yohanes 1:14 dikatakan: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Firman itu adalah Yesus Kristus, AnakTunggal Bapa yang kita imani.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (Yoh 6:53). Perkataan Yesus ini bagi orang-orang Yahudi adalah absurd, tidak masuk nalar. Maka diantara mereka terjadi petengkaran. Itu terjadi karena mereka mengartikan perkataan Yesus secara harafiah. Apalagi pikiran mereka terpaku pada roti manna yang diberikan oleh Musa kepada nenek moyang mereka di padang gurun dan akhirnya mereka mati. Hati mereka tidak membantu mereka untuk menangkap apa yang Yesus maksudkan.

Selain itu mereka juga terhalang oleh bunyi larangan yang tertulis dalam Kitab Ulangan 12: 16.23  dan Kisah Para Rasul 15:29, yaitu mereka tidak diperbolehkan minum darah. Makan daging Yesus berarti menerima Yesus sebagai anak domba Paskah yang baru yang darah-Nya membebaskan kita dari perbudakan dosa. Darah adalah simbol kehidupan. Minum darah Yesus berarti menyatukan cara hidup kita dengan cara hidup Yesus sendiri yang memberi hidup; bukan merayakan roti manna pada waktu lampau, tetapi makan roti yang baru  yang adalah Yesus sendiri, Anak Allah. Dialah roti yang turun dari surga, pemberi hidup kekal.

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

 

You may also like...