YESUS JAMINAN HIDUP KEKAL

Kamis 30 April 2020

Renungan sabda Allah. (Yoh. 6: 41-51)

Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama kita membaca: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa (Yeremia 1:5). Sebelum Yeremia lahir, Allah sudah menetapkan bahwa dia akan menjadi nabi. Sebagaimana Allah memiliki rencana bagi hidup Yeremia, demikian pula Dia mempunyai rencana bagi setiap orang. Allah berkeinginan agar setiap orang hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Penggenapan rencana Allah ini tentu melalui waktu tahap demi tahap dan bisa makan waktu yang lama. Namun Allah senantiasa bekerja untuk mendatangkan yang terbaik bagi setiap orang, yaitu hidup abadi kelak di surga. Untuk itu, setiap orang harus mau menerima Allah sepanjang hidupnya.

Dalam beberapa hari terakhir ini, Yohanes dalam Injilnya mengambil tema yang sama, yaitu roti hidup dari surga. Roti hidup itu ialah Kristus Yesus sendiri, Anak Allah, yang memberi hidup kekal kepada siapa saja yang percaya kepada-Nya. Yesus ingin agar kita sungguh-sungguh mengerti dan menghayati makna roti hidup itu. Kita harus percaya kepada-Nya dan menjadi saksi-Nya dalam hidup kita. Untuk memperoleh hidup yang kekal, kita harus makan roti dari surga, yaitu tubuh-Nya sendiri. Yesus berkata: “Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia” (Yoh 6:51). Yohanes menulis: “Firman itu telah menjadi daging dan tinggal di antara kita. Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan Anak Tunggal Bapa, penuh dengan anugerah dan kebenaran” (Yoh 1:14).

Banyak orang Yahudi, terutama para pemimpinnya, yang Yesus ajak berbicara, tidak dapat menerima kata-kata Yesus bahwa Ia adalah Roti Hidup yang datang dari surga. Alasan mereka ialah karena mereka tahu bahwa ayah Yesus adalah Yusuf, tukang kayu, dan ibu-Nya, Maria. Mereka tidak dapat menangkap klaim Yesus bahwa seseorang tidak dapat datang kepada-Nya kecuali Bapa-Nya di surga yang menariknya dan akan Ia bangkitkan pada akhir jaman dan setiap orang yang percaya, mempunyai hidup kekal. Kata-kata Yesus itu mereka anggap absurd dan tidak masuk akal. Bagi kita sendiri, kepercayaan kita kepada Yesus sesekali mengalami pasang surut pada saat-saat tertentu ketika kita tenggelam dalam urusan duniawi. Pada saat-saat  demikian, gambaran kita akan Yesus kita bingkai menurut alam pikiran kita. Kita tidak mampu mendengarkan suara hati kita yang mengatakan bahwa Yesus adalah makanan bagi kita, Roti dari Surga yang memberi kita hidup kekal. Semoga hal ini tidak terjadi.

 

Renungan dari Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

You may also like...