YESUS MEMBERIKAN DAMAI SEJAHTERA KEPADA KITA

Minggu 31 Mei 2020

Renungan sabda Allah. (Yohanes 20:19-23)

Seseorang yang mengatakan sesuatu dan diulang sebanyak dua kali pasti menginginkan sesuatu yang penting yang ia hendak sampaikan dengan penekanan, sehingga hal yang hendak ia sampaikan benar-benar dapat dimengerti oleh orang yang dituju. Angka tiga dalam Kitab Suci merupakan simbol penekanan akan suatu kebenaran (Yehezkiel 21:27; Kisah 10:9-16; Wahyu 4:8; 8:13).Yesus juga pernah menanyai Petrus sampai tiga kali apakah ia mengasihi-Nya dan yang dijawab tiga kali oleh Petrus.

Dalam perikop Injil hari ini Yesus, ketika menampakkan diri pada para murid-Nya dalam ruang yang tertutup, menyalami mereka dengan perkataan: “Damai sejahtera bagimu”. Kata-kata ini Ia ulang sampai tiga kali dalam episode ini. Betapa Yesus ingin menekankan bahwa Ia benar-benar membawa damai sejahtera bagi murid-murid-Nya. Yesus ingin agar para murid-Nya merasakan kedamaian dalam hati mereka sehingga mereka tidak lagi merasa takut dan bimbang. Damai sejahtera itu memancar dari hati Yesus. Maka Ia memperlihatkan bekas luka yang ditombak oleh prajurit kala Ia tergantung di kayu Salib. Para murid lalu bersukacita ketika mereka melihat bekas luka Yesus. Sukacita yang sungguh terasa sampai di lubuk hati karena sukacita yang datang dari Tuhan, sukacita yang tak seorang pun dapat mengambilnya seperti dalam Injil Yohanes 16:22 dan 20:27.

Kemudian Yesus mengutus mereka untuk mewartakan Injil, meneruskan tugas yang Ia sendiri selesaikan, yang Ia terima dari Bapa-Nya. Untuk meneguhkan hati mereka dalam mengemban tugas perutusan ini, Ia menghembusi mereka. Tugas pertama yang Ia inginkan para murid-Nya lakukan, ialah mengampuni dosa dengan kuasa yang Ia berikan. Oleh karena itu ia memberkati mereka dengan Roh Kudus dan berkata: “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yoh: 20:23). Demikian juga halnya dengan kita sebagai murid-murid Yesus. Roh Kudus, Roh damai sejahtera, juga Yesus hembuskan kepada kita agar kita dapat berdamai dengan setiap orang yang kita jumpai setiap saat dalam hidup kita. Roh damai sejahtera yang dicurahkan kepada kita menandai bahwa kita menghadirkan Kerajaan Allah karena Allah adalah sumber damai sejahtera (Filipi 4:9b). Berdamai dengan orang lain berarti kita harus mau mengampuni sesama kita.

Renugan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

You may also like...