Yesus Menampakkan Diri Kepada Dua Murid Yang Sedang Berjalan Ke Emaus (Luk 24:13-35)

Pada hari itu (setelah tiga hari sejak Yesus wafat) dua orang murid Yesus pergi ke Emaus. Dalam perjalanan mereka bercakap-cakap tentang Yesus yang mereka akui sebagai nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan dihadapan Allah dan di depan seluruh bangsa Israel. Yesus yang mereka harapkan untuk membebaskan bangsa Israel dari penjajahan, telah dihukum mati oleh imam-imam kepala, dan telah lewat tiga hari menurut keyakinan mereka,Yesus belum juga bangkit.Berita tentang kebangkitan Yesus telah disebarkan oleh para perempuan, dan para murid lain namun kedua murid ini belum percaya.

Yesus menjumpai mereka yang sedang berjalan, namun mereka tidak mengenal karena hati mereka masih tertutup. Sepanjang perjalanan Yesus menjelaskan tentang seluruh Kitab Suci, mereka mengalami kegembiraan yang luar biasa yaitu hati yang berkobar-kobar, namun hati mereka masih tertutup sehingga tidak menyadari bahwa saat itu Yesus bersama mereka. Karena sangat terkesan akan penjelasan Yesus tentang Kitab Suci, mereka mendesakNya untuk menginap. Ketika mereka makan bersama, Yesus mengambil roti, mengucapkan berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, barulah mata mereka terbuka dan mengenal Dia.

Dalam perjalanan iman kedua murid tersebut kita bisa melihat:

  1. Ketika melihat Yesus mereka tidak mengenalNya, karena tubuh Yesus pada saat itu bukanlah tubuh duniawi yang biasa mereka kenal tapi tubuh surgawi, dan untuk bisa mengenalNya bukanlah dengan indra jasmani tapi dengan indra rohani, sedangkan saat itu indra rohani mereka masih tertutup.
  2. Setelah Yesus bercakap-cakap, hati mereka terasa berkobar-kobar, namun mereka mengabaikannya sehingga belum menyadari kehadiran Yesus.
  3. Setelah Yesus mengangkat roti, mengucap berkat, memecah-mecahkan dan memberikan kepada mereka, barulah mata rohani mereka terbuka.

Setiap kali kita mendengar Sabda Allah, menerima Sakramen Ekaristi, seharusnya kita merasakan kehadiran Tuhan, mengalami kebahagiaan yang luar biasa dengan hati yang berkobar-kobar yang menurut orang yang sudah pernah mengalaminya tiada kebahagiaan di dunia ini yang dapat disetarakan dengan kebahagiaan itu. Namun berapa orang diantara kita yang sudah pernah mengalami itu? Kenapa demikian? Karena indra rohani kita masih tertutup.

  • Beatus Hasibuan (Prodiakon PRRJ)