YESUS ROTI SURGA YANG MENGHIDUPKAN

Sabtu 02 Mei 2020

Renungan sabda Allah. (Yohanes 6: 60-69)

Tidak mengherankan bila banyak orang sulit mengerti dan memahami kata-kata Yesus dalam ajaran-Nya tentang roti hidup. Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu” (Yohanes 6:53). Memang secara logika kata-kata Yesus itu tidak masuk akal. Kita pun mungkin untuk pertama kali akan sama dengan banyak orang itu, karena kebanyakan orang akan percaya kepada orang lain jika sudah ada bukti. Apa yang dikatakan Yesus memang tidak disertai bukti yang nampak. Dalam kumpulan orang banyak, seseorang biasanya cenderung untuk mengikuti pendapat kelompok orang yang lebih banyak, pendapat yang lebih dominan. Mungkin karena mereka malas berlama-lama berpikir untuk mencerna, tapi juga karena demi amannya, mereka atau kita ikut arus orang-orang yang berjumlah lebih banyak. Kita takut disindir atau dicela.

Orang banyak itu berpikir bahwa perkataan Yesus itu berputar-putar atau dalam bahasa Jawa mbulet (berputar-putar). Lebih dari itu, orang-orang itu tidak dapat menerima perkataaan Yesus bukan saja karena tidak masuk akal dan terkesan mengada-ada, namun karena mereka lebih mengutamakan sosok calon pemimpin bangsa Israel yang mereka harapkan akan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Hanya orang-orang yang dikaruniai kecerdasan hati saja yang menemukan inti kebenaran perkataan-perkataan Yesus. Dan inilah yang disebut iman. Dan karena iman, meskipun harus dengan kesungguhan niat seseorang, pertama-tama Allah sendirilah yang mengaruniakannya. Mungkin bagi Petrus yang berkata: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Kata-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (Yoh 6:68-69), ia sendiri belum mengerti 100 persen makna perkataan Yesus itu, tetapi ia menanggapinya dengan hati. Sabda Yesus tidak akan mungkin kita pahami seratus persen, tetapi bila kita sudah percaya bahwa perkataan itu benar, itu sudahlah cukup.

Dikatakan dalam Injil hari ini bahwa akhirnya banyak orang meninggalkan Yesus karena ketidak percayaan mereka kepada Yesus. Salah satu diantara mereka ialah Yudas Iskarot. Bibit iman yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka semua tidak mereka tumbuh-kembangkan. Hati mereka bagai tanah yang keras, kering dan berbatu, seperti dalam perumpamaan Yesus tentang Kerajaan Allah yang ditaburkan dalam hati setiap orang. Semoga kita, seperti Petrus, mampu berkata bahwa perkataan Yesus itu adalah perkataan yang hidup dan kekal. Kata-kata Yesus adalah Roh dan hidup. Kita percaya bahwa Yesus adalah benar-benar roti hidup yang turun dari surga, dari Allah. Allah telah memberikan kita kepada Yesus agar jangan sampai kita hilang. Siapa yang percaya kepada Yesus tidak akan mati (Yoh 6:37).

 

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

You may also like...