ALLAH BERKARYA KEPADA ORANG YANG RENDAH HATI

Minggu 16 Agustus 2020

Renungan sabda Allah. (Lukas 1:39-56)

Dikisahkan dalam Injil hari ini, seorang wanita, 2.000 tahun lalu, pergi dari Nasaret ke sebuah kota di Yehuda, yang bejarak kurang lebih 100 km. Perempuan itu adalah Maria yang sedang mengandung Yesus, kira-kira tiga bulan. Tidak diceritakan naik apakah Maria pada waktu itu, tetapi besar kemungkinan naik keledai atau bahkan berjalan kaki. Tidak juga diceritakan dengan siapa Maria pergi pada waktu itu. Kemungkinan besar ia pergi seorang diri. Tujuan Maria ialah untuk menjenguk saudara sepupunya, Elisabeth, yang sedang mengandung Yohanes Pembaptis, kurang lebih enam bulan. Maria mengandung Yesus setelah ia menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung Yesus, Anak Allah, meskipun ia masih berstatus bertunangan dengan Yusuf. Sedangkan Elisabeth, seorang yang mandul, mengandung Yohanes Pembaptis, pada usia tuanya setelah doanya dan suaminya, Zakharia, sekian lamanya untuk memiliki serang anak, dikabulkan.

Maria adalah perempuan pilihan yang diberkati Allah. Hal ini benar-benar ia sadari sehingga jiwanya merasakan kebahagiaan luar biasa yang terungkap dalam Kidung Maria (Lukas 1:46-55). Demikian juga halnya dengan Elisabeth. Ia pun merasakan kebahagiaan yang amat sangat yang ia ungkapkan dalam kata-kata:

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan” (Luk 1:42-44). Kebahagiaan Maria adalah karena Allah melimpahkan rakhmat-Nya padanya, sebab ia telah menyimpan dan melaksanakan firman Allah. Kelak dalam suatu peristiwa, ketika Yesus sedang mengajar orang banyak, seorang perempuan dari antara mereka, yang belum pernah melihat Maria, berkata kepada-Nya: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau” ( Luk 11:28). Dan Yesus menjawab: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Luk 11:27-28). Kita dapat belajar terutama dari Bunda Maria yang karena kesucian dan kerendahan hatinya Allah telah memilihnya sebagai bu Tuhan, penebus dosa manusia. Marilah kita memiliki kerendahan hati agar Allah melaksanakan karya-Nya dalam diri kita demi keselamatan sesama kita.

 

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

You may also like...