BERSANDAR KEPADA YESUS, BEBAN HIDUP TERASA RINGAN

Jumat 20 Juni 2020

Renungan sabda Allah. (Matius 11: 25-30)

Ada banyak faktor yang dapat membuat seseorang lebih cepat tua daripada semestinya, antara lain kebiasaan cara hidup yang salah, asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan jasmaninya, emosi-emosi yang tidak diatur secara baik atau masalah-masalah hidup yang sedang ia hadapi. Tingkat kematangan pribadi seseorang dalam bersikap terhadap faktor-faktor itu, akan menentukan apakah ia akan mengalami depresi atau tidak. Masalah atau beban hidup seseorang dapat terjadi karena ia sendiri yang menyebabkannya atau datang dari luar dirinya, dan bahkan dapat juga datang dari orang-orang dekat yang ia cintai, baik dengan sengaja atau pun tidak. Depresi yang sedemikian berat dapat membuatnya tidak mempunyai semangat hidup. Akhirnya, depresi ini berdampak pada kelesuan jiwa.

Tidak mungkin orang hidup ini tidak mempunyai masalah atau beban hidup, apalagi jika dikaitkan dengan iman kita kepada Tuhan Yesus. Yesus tidak pernah berkata bahwa Ia tidak akan memberi beban atau masalah kepada kita. Ia berkata: “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Kuk adalah alat semacam tongkat yang ditaruh melintang di pundak untuk membawa barang yang berat agar terasa berkurang berat. Misalnya, kita merasakan berat membawa dua ember yang penuh air, satu ditangan kiri dan satu di tangan kanan. Akan terasa lebih mudah jika kita menggantungkan satu ember di ujung kayu pikulan atau kuk dan satu ember lagi diujung kuk yang lain. Demikian pula, bila kita menaruh beban berat hidup pada Yesus, kita akan merasakannya lebih ringan dan kita akan merasa lega.

Dalam hidup kita sehari-hari, beban-beban hidup kita itu adalah tugas, kewajiban dan tanggungjawab kita menurut profesi dan karunia talenta kita masing-masing. Kita boleh menamakan semua itu adalah salib-salib kita. Marilah kita melaksanakan semuanya itu dengan rajin dan tulus dan kita persembahkan kepada Yesus sebagai persembahan hidup. Marilah kita pikul salib-salib hidup kita dengan kuk yang telah disediakan Yesus sendiri, sehingga akan terasa lebih ringan. Namun jangan-jangan kita sendiri yang menjadi beban berat bagi sesama kita, bahkan mereka yang paling dekat dengan kita, karena ucapan, tindakan dan tingkah laku kita terhadap mereka. Untuk itu bagi siapa saja yang lesu dan berbeban berat, marilah kita belajar dari Yesus sendiri yang lemah lembut dan rendah hati sehingga kita akan mendapatkan kelegaan. Semoga sabda Yesus ini mengingatkan bahwa kita adalah benar-benar murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Mat 16:24).

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

 

You may also like...