BERSYUKUR MENAMBAH BERKAT

Pagi hari udara terasa sejuk seakan membangunkanku untuk memulai semangat beraktivitas. Ku mulai hari dengan doa pagi, mengucap syukur atas napas yang diberikan-Nya dan melanjutkan misi dalam tiap hariku. Aku mau dalam hari-hariku selalu percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus, karena aku percaya bahwa Dia terlebih dahulu yang memberikan kepercayaan kepada semua orang untuk ada di bumi ini, jadi tidak ada alasan tidak percaya kepada-Nya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB, saatnya aku berangkat untuk merayakan misa harian di Kapel. Ketika dalam perjalanan, aku mendapatkan suatu musibah, yaitu ban motor ku pecah dan kendaraan yang dibelakangku menabrak motor ku sehingga aku jatuh dan mendapatkan luka yang cukup serius di bahu dan tanganku. Saat itu waktu sudah pukul 05.20 WIB dan aku segera bangkit untuk berdiri dan mulai untuk mendorong motor ku untuk sampai ke Kapel tanpa rasa sakit. Tiba di Kapel, segera ku basuh luka yang ada di tangan dan kaki kanan ku. Kemudian aku mulai masuk ke dalam Kapel dan berdoa sekaligus mengucap syukur atas kejadian yang menimpaku, Tuhan Yesus masih menjaga, melindungi dan mengizinkan aku untuk merayakan ekaristi. Ketika mulai homili, aku mulai merasakan sakit di bahu ku yang sulit aku tahan, lalu aku berdoa “Tuhan Yesus sungguh aku bersyukur atas apa yang terjadi, tapi tolong Tuhan agar aku kuat untuk menahan rasa sakitku, minimal sampai selesai misa Tuhan. Amin”, lalu rasa sakit ku pun perlahan mulai menghilang. Setelah misa selesai, segera aku berlari menuju klinik yang berada di samping Kapel. Dokter mengatakan ada bagian tulangku yang bergeser sehingga harus di bawa ke Rumah Sakit. Tibanya di Rumah Sakit yang diantar oleh ojek, aku menemui dokter dan dokter pun mulai mengecek. Saat diperiksa oleh dokter, aku  merasa tidak ada yang sakit di bahu ku hanya rasa sakit di tangan karena luka terkena aspal di jalan, sehingga aku hanya diberikan obat luar agar luka di tangan ku segera kering. Kemudian aku segera pulang.

Ketika tiba di rumah, aku duduk sejenak dan sungguh-sungguh merasakan kasih Allah yang luar biasa. Saat misa berlangsung, aku merasakan sakit yang sulit untuk aku tahan. Ketika aku berpasrah dan percaya kepada Dia, aku pun disembuhkan-Nya. Aku mendapatkan berkat kesembuhan ketika aku bersyukur.

Kita seringkali sebagai manusia mudah lupa akan segala kebaikan Tuhan yang sudah kita terima dan hanya mengingat peristiwa buruk dalam hidup kita. Kunci dari itu semua adalah bersyukur, bersyukur tidak hanya mengurbankan harta atau sekedar fisik, namun juga hati yang selalu bersukacita di hadapan Tuhan.

Semoga kita dapat lebih mensyukuri atas apa yang sudah dan sedang terjadi dalam hidup kita.

 

Floren – Seksi Katekese PJGRR

 

You may also like...