HENDAKLAH KITA MENGASIHI SEPERTI ALLAH MENGASIHI MANUSIA

Selasa 16 Juni 2020

Renungan sabda Allah. (Matius 5:43-48)

Dalam Injil  Yohanes tertulis: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”(Yohanes 3:16). Allah mengasihi umatnya lantaran Ia ingin manusia hidup bahagia kelak di surga bersama-Nya. Sejak penciptaan Allah berkehendak agar manusia hidup bahagia. Namun sayang oleh karena hasutan setan manusia pertama Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Namun Allah tidak tinggal diam. Maka Ia mengutus putera-nya,Yesus, datang ke dunia untuk membawa hukum kasih. Penginjil Yohanes juga berkata: “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih (1 Yoh 4:4:8).

‌Untuk itu Yesus berkata: “Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:38-40). Allah menginginkan agar manusia juga memiliki kasih terhadap sesama, seperti Ia mengasihi setiap orang. Ini berarti setiap orang hendaknya mau menerima orang lain seperti apa adanya seperti Allah menerima semua orang tanpa syarat. Mengasihi orang lain berarti menginginkan kebaikan bagi orang lain.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Mat 5:44-4). Allah tidak memilih-milih dalam mengasihi manusia. Ia selalu memberikan yang baik kepada semua orang tanpa diskriminasi. Lain halnya dengan kita karena kita hanya mengasihi mereka yang mengasihi kita. Jika demikian, kita tidak berbeda dengan orang-orang jahat yang juga saling mengasihi di antara mereka. Kasih Allah adalah kasih agape, yaitu kasih yang tidak mengharapkan keuntungan bagi diri sendiri. Kasih Allah adalah yang menyerahkan diri-Nya bagi orang yang dikasihi. Kasih Allah adalah kasih yang sempurna yang terwujud dalam diri Yesus yang rela mati diatas kayu salib bagi kita.

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

You may also like...