KASIH ALLAH KASIH PENGAMPUNAN

Minggu 07 Juni 2020

Renungan sabda Allah. Yohanes 3:16-18

Santo Yohanes dalam suratnya berkata: “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya (1Yohanes 4-7-9). Itulah permenungan St. Yohanes tentang kasih Allah kepada manusia yang telah jatuh ke dalam dosa oleh karena ketidaktaatan mereka kepada Allah. Akan tetapi Allah hendak menyelamatkan manusia dari kematian jiwa akibat dosa.

Injil hari ini memulai dengan kalimat: “Begitu besar kasih Allah kepada manusia di dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Yesus, Anak-Nya yang tunggal, kepada manusia di dunia ini. Barang siapa percaya pada Yesus tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup kekal”. Yesus adalah wahyu kasih Allah ketengah-tengah dunia. Kita tinggal di dunia ini dan dunia yang penuh dosa ini akan dihakimi bila tidak percaya dan menerima Anak Allah yang tunggal, Yesus. Kasih Allah berbeda dengan kasih manusia karena kasih manusia berdasarkan perasaan dan perasaan dipengaruhi oleh terpenuhinya sesuatu keinginan. Bila keinginan seseorang terpenuhi, perasaan senang akan timbul. Maka rasa senangnya akan ia tujukan kepada seseorang yang telah menyebabkan ia merasa senang. Jadi rasa senang disini bisa menggantikan kata kasih untuk manusia, yaitu kasih yang berdasarkan pamrih atau perhitungan untung rugi. Orang yang hanya mencari keuntungan tidak dapat dikatakan memiliki rasa kasih sejati seperti kasih Allah yang menyelamatkan manusia.

Kata “dunia” dalam Injil Yohanes sering dipakai, hingga 78 kali, dan mempunyai beberapa arti. Kata itu dapat berarti 1. bumi, 2. orang-orang yang mendiami bumi, seluruh umat manusia, 3. sekelompok besar orang dan 4. semua manusia. Allah mengasihi semua manusia sehingga Ia memberikan anak-Nya yang tunggal, Yesus. Barang siapa yang mengalami bahwa Allah telah datang padanya melalui Yesus, ia telah melewati kematian dan mempunyai hidup kekal. Kata ‘dunia’ juga berkonotasi perbuatan jahat (Yoh 7:7) dan setan atau penguasa dunia (Yoh 14:30). Maka dunia adalah tempat hal-hal yang bertentangan dengan Allah yang adalah kasih. Kita masih ada di dunia dan ada godaan kita melakukan hal-han yang melawan Allah, yang berarti kita tidak percaya Yesus, Putera-Nya. Agar kita tidak dihakimi, marilah kita percaya kepada-Nya agar tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

 

You may also like...