Katekese Dan Liturgi Yang Berkualitas

KADERISASI PELAYAN PASTORAL PAROKI JAGAKARSA

"… pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita (Titus 1:3)"

Kaderisasi Pelayan Pastoral Paroki Jagakarsa, Gereja Ratu Rosari diselenggarakan di Aula Pastoran, Minggu tanggal 13 Maret 2016 Pukul 09.00 s.d 15.00. Latar belakang acara tersebut diinpirasi dan digerakkan oleh Arah Dasar Pastoral Keuskupan Agung Jakarta 2016-2020. Salah satu sasaran prioritasnya adalah “Meningkatkan Katekese dan Liturgi yang hidup dan memerdekakan”, dengan harapan semoga Allah yang Maharahim yang telah memulai pekerjaan baik dalam diri kita berkenan menyempurnakannya dan Bunda Maria menyertai, menuntun serta meneguhkan upaya-upaya kita bersama.

Katekese dan Liturgi seakan menjadi problem-problem klise bahkan abadi di dalam hidup menggereja. Akan tetapi katekese dan liturgi yang berkualitas dituntut bagi pembangunan dinamika Arah Dasar dimaksud. Katekese bukan sekedar pengajaran melainkan dialog iman, dan liturgi bukan sekedar tatanan upacara melainkan perayaan yang memberi semangat hidup yang memerdekakan.

Kaderisasi dimaksudkan pembentukan pelayanan Pastoral yang berkompeten dalam dialog iman/berkatekese dan meningkatkan para pewarta iman yang berasal dari lingkungan-lingkungan. Seksi Katekese bersinergi dengan Seksi Kerasulan Kitab Suci dan Seksi Liturgi menciptakan kader agen perubahan dalam dialog iman dan pewarta sabda sehingga dapat mewujudkan karya katekese, yakni mempersiapkan, membimbing dan mendampingi umat agar hidupnya semakin diresapi Sabda Allah. Kesediaan terlibat sebagai wujud tindakan imannya dan kesetiaan “merasul” sebagai murid Yesus Kristus.

Bapak Petrus Danan Widharsana dan Mas Hendro Tim dari Komisi Kateketik Keuskupan Agung Jakarta (KOMKAT KAJ) yaitu sebagai narasumber. Acara diawali dengan Ibadat Sabda sekaligus menjadi simulasi “Mempersiapkan Renungan Alkitabiah untuk berbagai Keperluan” yang menjadi materi pokok dengan metode lagu, visual. Setelah Ibadat peserta beristirahat sejenak dan diselingi dengan makan minum ringan, acara dipandu oleh Mba Nani, Mba Shenny, Mas Risan, Mba Eri dan Mba Floren untuk lebih menghangatkan suasana diselingi dengan ice breaking walaupun ruangan sudah cukup panas, hehehe… ditambah lagi Mas Hendro dari Tim Komkat juga menghidupkan suasana dan membuat tepuk baru nih untuk Paroki Jagakarsa… “Tepuk Jagakarsa – teriak ”Eeeee (tarik tangan kanan ke belakang) Aaaaaa” (dorong tangan kanan ke depan)” mantap bisa kita pakai terus tepukannya. Bapak FX. Sukamto mewakili Dewan Paroki Harian memberi sambutan selamat datang kepada semua peserta dan semoga semoga bisa menginspirasi dalam pemberian renungan di lingkungannya masing-masing seperti ibadat di awal pertemuan sangat menyentuh, dan selamat kepada Panitia yang telah berusaha menyelenggarakan acara ini dan partisipasi peserta yang hadir bisa melampaui target, selamat mengikuti acara. Ketua Pelaksana Rina mewakili Panitia mengucapkan terima kasih kepada Dewan Paroki Harian, Koordinator Wilayah, Ketua Lingkungan, Sie KKS, Sie Liturgi Paroki, dan Peserta atas partisipasinya dan mohon maaf apabila ada kekurangan dalam pelaksanaan, terima kasih atas kerjasama Panitia, acara ini adalah baru langkah awal dan rencana ke depannya akan diadakan pelatihan yang berkelanjutan semoga Tuhan memberkati niat baik kita.

Materi dibagi menjadi 2 (dua) sesi dan dibawakan dengan lugas oleh Bapak Petrus dari penjelasan tentang seni dan ilmu menyampaikan homili, arti khotbah, tujuan, jenis-jenis homili, cara membawakan homili, metode, sikap pembawa homili dikupas tuntas. Selain itu juga dibahas tentang latar belakang potret Pastoral Katekese di KAJ yang menjadi gambaran tantangan iman dan kondisi umat Allah di KAJ dewasa ini, menghadapi tantangan ini Gereja KAJ sangat menyadari pentingnya katekese yang hidup dan memerdekakan. Katekese yang membuat orang terbuka matanya menjadikan orang berkobar-kobar dan mendorong mereka untuk bertindak dalam wujud nyata di masyarakat sehingga katekese menjadi hidup. Karya pewartaan Gereja berjalan terus menerus sepanjang jaman. Sebagaimana pepatah mengatakan tanpa pewartaan tidak ada Gereja, begitulah jati diri Gereja mewartakan Injil adalah sebuah keharusan. Harapannya di tiap lingkungan akan tersedia pelayanan pastoral (pembina Bina Iman, prodiakon dan petugas liturgi) lingkungan yang kompeten, kreatif dan berkomitmen. Kaderisasi ini akan berkelanjutan sesuai juga harapan dari para peserta. Kesimpulannya Tuhan ingin menggunakan kita, karena Ia sendiri sudah memberikan perintah agungnya: "Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Matius 28:20). Jika kita ingin benar-benar menjadi pembawa homili yang baik, kita memang harus berjuang sebaik-baiknya, sebagaimana kita melakukan tugas-tugas lain dalam hidup kita. Itu berarti kita harus siap dibentuk Tuhan dan menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita. Tantangan apapun harus berani kita hadapi, sebab dengan cara itulah kita dibentuk dan dimatangkan.

Pukul 14.30 Acara ditutup penjelasan program dari Komkat KAJ oleh Mas Hendro dan penenguhan dan Bapak PB Santoso serta Mba Tutik ucapan terima kasih dari Tim Katekese Paroki Ratu Rosari untuk seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini dan terima kasih kepada Tim Komkat KAJ yang memberikan pencerahan untuk kita. Sebelum pulang ada doorprize untuk 4 orang peserta. Yeayyy, selamat ya yang dapat… Sayonara sampai berjumpa lagi. Semoga semua harapan dan usaha kita diberkati Tuhan Yesus kini dan sepanjang masa. Amin.

  • Rina Sie. Katekese

You may also like...