KETERBATASAN BUKAN MENJADI PEMBATAS

Minggu (27/1) menjadi hari yang sangat istimewa, khususnya untuk umat yang berkebutuhan khusus. Misa pagi saat itu merupakan misaperdana bersama umat berkebutuhan khusus. Misa dipimpin oleh Rm. FX. Sutarno, MSF dan Rm. Rufinus Sabtian Herlambang, MSF. Dalam homili Rm. Tarno berpesan bahwa kita semua adalah anggota tubuh Kristus yang diberikan misi untuk saling mengasihi. Setiap orang yang mengasihi sesamanya, dia memancarkan wajah Allah. Kita semua diajak Allah untuk menjadi perpanjangan tanganNya untuk mewartakan kabar sukacita. Keterbatasan yang terlihat secara nyata bukanlah menjadi batasan untuk mewartakan kabar suka cita itu, melainkan menjadi jalan menuju keselamatan yang kekal. Usai misa, dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para romo. Rm. Tarno berpesan agar para UBK (Umat Berkebutuhan Khusus) tidak memadamkan semangat yang ada pada diri mereka karena Allah telah lebih dulu memberikan harapan pada kita. Kita semua dipilih Allah untuk menjadi peneguh satu sama lain. Karena keterbatasan (UBK) juga menjadi inspirasi bagi orang lain.

_S_

https://www.instagram.com/p/BtIKSh2HoxM/

You may also like...