Membangun Kedekatan

 “Membangun Kedekatan Bersama Romo Kepala Paroki Ratu Rosari Jagakarsa beserta Dewan Paroki Harian“, adalah tema yang diangkat pada acara wawanhati tanggal 12 Maret 2016 di kediaman keluarga Bapak V. Sugiatno, Ketua KORWIL Petrus.

Sebagai bagian dari umat paroki, banyak informasi, isu-isu maupun masalah yang perlu diketahui dan disampaikan secara lebih detail kepada umat, dan kepada romo paroki beserta dewan harian. Maka dilaksanakanlah sebuah wawanhati, yang sangat besar manfaatnya bagi perkembangan paroki.

Pukul 20.05 WIB, Mba Sari, OMK dari lingkungan Petrus 2 membuka acara wawanhati tersebut. Setelah Bapak V. Sugiatno dalam kapasitas sebagai KORWIL Petrus menyampaikan sambutan dan sedikit laporan kegiatan yang sudah dilakukan sesuai dengan hasil keputusan RAKER Dewan Paroki Ratu Rosari jelang akhir tahun 2015 yang meliputi beberapa kegiatan bakti sosial yang melibatkan ketiga lingkungan (Petrus 1, Petrus 2 dan Petrus 3) merupakan implementasi dari ARDAS PASTORAL – KAJ yang salah satunya mengenai Lingkungan Hidup.

Ketiga lingkungan, yaitu Petrus 1 dilaporkan oleh Bapak Ignatius Suyadi, Petrus 2 oleh Bapak Tri Susila dan Petrus 3 oleh Ibu Yuyu. Ketiga lingkungan memberikan laporan singkat data statistik warga lingkungan yang up to date maupun kendala dan permasalahan-permasalahan yang ada dalam masing-masing lingkungan.

Setelah mendengar paparan kondisi nyata di masing-masing lingkungan, Romo Tarno, MSF selaku kepala Paroki, menekankan beberapa hal pokok untuk diketahui oleh warga lingkungan dalam wilayah Petrus yang antara lain:

  1. Umat diharapkan sedapat mungkin menjadi Saksi Kristus di lingkungan masyarakat dimana ia tinggal. Harapan ini disampaikan oleh Romo karena berdasarkan informasi yang diterima dari Bapa Uskup Agung Jakarta, bahwa Umat Katolik di KAJ terkenal dengan umat yang murah hati. Oleh karena itu predikat seperti ini yang harus terus kita perjuangkan melalui tindakan nyata yang penuh kasih dalam praktek kehidupan sehari-hari.
  2. Romo Tarno juga menegaskan kembali Implementasi dari Arah Dasar Pastoral. Menurut Romo, lingkungan-lingkungan yang ada di Paroki Jagakarsa ini tanggap terhadap implementasi Arah Dasar Pastoral dengan baik. Implementasi Ardas I, program pengembangan iman umat, semua lingkungan menanggapinya secara baik; demikian pula implementasi Ardas 2 dan seterusnya yang akan dilaksanakan selama 5 tahun ke depan.
  3. Pada kesempatan itu pula, Romo menyampaikan Rencana Pembangunan Gedung Gereja di Kompleks Desa Putera setelah ditetapkan oleh Uskup Agung. Bekerjasama dengan para Bruder Budi Mulia merencanakan eksekusi pembangunan gedung gereja dan fasilitas-fasilitasnya. Sementara lokasi di jalan Sirsak tetap akan dibangun untuk Pastoran. Berkaitan dengan pembangunan gedung gereja maka penggalangan dana akan dilakukan untuk melengkapi dana yang ada. Selanjutnya Romo mengatakan bahwa umat tidak perlu takut dengan rencana pembangunan gedung gereja tersebut karena sudah legal.
  4. Bapak Edi Hari Nurjanto selaku Wakil Ketua Dewan Paroki Harian dalam kesempatan ini juga menyampaikan mengenai rolling karyawan yang berlangsung sejak bulan Februari 2016. Baik karyawan Pastoran maupun karyawan di Kapel Desa Putera. Kebijakan ini dilakukan dengan tujuan sebagai penyegaran dan agar karyawan mendapat wawasan job yang lebih merata. Romo Tarno, MSF menambahkan mengenai gaji para karyawan tersebut sudah dipenuhi sesuai pedoman KAJ. Hal mengenai kesejahteraan karyawan juga sedang diusahakan untuk mengikuti program BPJS. Pada prinsipnya, mengenai gaji dan kesejahteraan karyawan tetap mengikuti pedoman KAJ.

Acara wawan hati semakin hidup ketika sampai pada sesi dialog. Berikut ini adalah penjelasan-penjelasan yang disampaikan oleh Romo dan Wakil Ketua Dewan Paroki Harian berkaitan dengan pertanyaan maupun usulan dari warga yang hadir:

Komplain mengenai Toilet baru di samping kapel DP kotor (kurang perawatan) dan selalu di kunci pada hari-hari biasa. Menurut Pak Edi Hari, kondisi toilet sekarang lebih baik dan terawatt dari pada sebelumnya sebagai dampak dari rolling karyawan tersebut. Dan kenapa toilet harus dikunci pada hari-hari biasa, untuk menghindari orang-orang yang tidak berkepentingan untuk sembarangan menggunakan toilet tersebut.

Usulan untuk menambah misa pagi pada hari Minggu menjadi dua kali. Menurut Romo paroki pada saat ini masih belum perlu mengingat kesiapan maupun jumlah gembala paroki saat ini belum memadai (kebanyakan romo transit).

Mengenai kunjungan keluarga. Romo Tarno menyampaikan bahwa untuk kunjungan keluarga ke setiap lingkungan harus ditentukan oleh Ketua lingkungan sendiri dan ini diperuntukan yang jompo dan sakit serta bermasalah. Keluarga juga bisa meminta kunjungan Romo Paroki melalu Ketua lingkungan.

Usulan mengenai Isi Warta Umat agar lebih berbobot dan berkualitas diharapkan dapat menjadi sumber informasi maupun isu-isu update sekaligus menjadi salah satu sumber edukasi oleh umat paroki.

Mengenai prioritas program paroki berdasarkan Ardas, menurut Romo, Ardas yang ada semuanya harus diimplementasikan secara utuh selama lima tahun ke depan dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menyinggung mengenai kawin campur karena terkadang anak menjadi korban karena perbedaan iman orangtua yang tercantum dalam KK Katolik. Idealnya menuruit Romo, sebaiknya masalah status perkawinan suami-isteri dalam keluarga tersebut sudah beres dan tidak bermasalah, tapi tidak menyuruti atau menghalangi anak untuk mendapatkan pelayanan secara Katolik.

Masih banyak hal maupun unek-unek yang perlu disampaikan dalam acara wawanhati bersama Romo Kepala dan Para Dewan Paroki Harian, namun karena waktu juga yang membatasi keinginan-keinginan yang ada sehingga tepat Pkl. 22.00 acara wawan hati harus diakhiri.

  • Lukas liat

You may also like...