MENGENAL YESUS DENGAN MELAKUKAN PEKERJAAN-NYA

Sabtu 09 Mei 2020

Renungan sabda Allah. (Yohanes 14:7-14)

Hampir setiap orang pernah merasakan ditipu oleh orang lain. Seseorang yang pernah ditipu oleh orang lain, apalagi telah beberapa kali, tidak mudah baginya untuk memulihkan rasa percaya pada orang lain. Apalagi, bila orang yang menipu itu adalah orang yang dekat dengan dirinya. Sebagai manusia, kita juga mempunyai rasa syak wasangka atau paling tidak keraguan apakah kita sungguh dapat percaya 100 persen kepada seseorang. Sebuah kepercayaan kepada orang lain sungguh mahal harganya dan oleh karena kepercayaan itu sulit didapat. Maka semestinya orang yang seharusnya pantas dipercayai, tidak seharusnya sengaja berbuat sesuatu yang dapat menghilangkan kepercayaan orang lain kepadanya. Untuk itu, ia harus berbuat dan bertindak sedemikian rupa agar ia terus dapat dipercaya oleh orang lain.

Bagaimana dengan Yesus?. Dalam Injil hari ini Yesus menjawab pertanyaa Filipus:

Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Jawab Yesus bahwa sekiranya para murid-Nya mengenal Dia, pasti mereka juga mengenal Bapa-Nya. Ia beberapa kali telah menyakinkan para murid-Nya agar mereka sungguh percaya bahwa Ia adalah utusan Bapa-Nya, Ia ada dalam Bapa dan Bapa ada dalam Dia. Perkataan-Nya bukan dari diri-Nya sendiri tetapi atas kehendak Bapa-Nya. Tujuan Yesus hanya satu, yaitu agar manusia tidak akan binasa, melainkan memperoleh hidup kekal kelak di surga. Ia mengatakan hal itu kepada para murid-Nya dan juga kepada kita karena Ia menganggap kita sebagai sahabat-sahabat-Nya. Pada kesempatan lain Ia berkata: “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (Yohanes 15:15).

Kita memang belum pernah melihat Yesus sehingga kita mungkin dapat berkata bahwa kita tidak tahu siapa Yesus sesungguhnya. Namun semoga kita menyadari bahwa sesungguhnya Yesus telah selalu ada dalam diri kita sejak kita menerima baptisan. Dengan baptisan, kita juga telah menjadi murid Yesus. Selama ini, sadar atau tidak, kita juga telah melakukan perintah Yesus, yaitu melakukan hal-hal yang Ia lakukan. Segala sesuatu yang  Yesus Iakukan adalah apa yang Bapa lakukan dan perintahkan kepada-Nya karena Ia ada dalam Bapa dan Bapa ada dalam Dia. Dengan melakukan apa yang Yesus lakukan, ini berarti bahwa kita percaya kepada-Nya dan akan mampu melakukan hal-hal yang lebih besar daripada yang Ia lakukan, yaitu membawa sesama kita kepada-Nya. Itulah yang Yesus harapkan dari kita sebagai murid-murid-Nya.

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

 

 

You may also like...