PERAN SERTA ORANGTUA DALAM MENGENALKAN DOA ROSARIO KEPADA ANAK

Minggu 25 Oktober 2020

Salam sejahtera bapak/ibu sekalian yang terkasih dalam Kristus.

Bulan Oktober merupakan Bulan Rosario. Mengapa bulan ini menjadi bulan Rosario tidak terlepas dari sejarah gereja pada tahun 1571. Pada bulan oktober tahun itu terjadi  mukjizat  saat  seluruh umat eropa berdoa Rosario. Sampai saat ini gereja secara khusus menetapkan bulan Oktober sebagai bulan Rosario.

Seperti kita bisa lihat bersama doa Rosario merupakan doa yang paling sering didoakan oleh umat katolik. Doa ini sering dilakukan secara berkelompok maupun pribadi dan di dalam keluarga. Kita secara khusus berdevosi kepada Bunda Maria melalui doa rosario.

Doa Rosario sebaiknya dikenalkan sejak usia dini kepada anak-anak. Orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengenalkan doa ini kepada anak-anak. Bagaimana cara mereka mengenalkan doa Rosario kepada anak? Mari kita ikuti bersama sharing Ibu Yanti yang mencoba mengenalkan Rosario kepada putrinya.

Halo ibu bagaimana kabar ibu dan keluarga? Semoga sehat dan selalu diberkati oleh Tuhan. Terkait dengan pembaasan kita mengenai doa Rosario, sejak kapan Ibu mengenalkan doa Rosario kepada putri ibu? Sejak umur berapa?

Kami mengenalkan doa rosario kepada putri kami (Vidya) sejak ia berusia 2 tahun

Bagaimana cara Ibu mengenalkan pertama kali, karena doa Rosario adalah doa yang berulang dan terkadang kurang menarik bagi anak-anak ?

Awalnya, kami sering mengajak Vidya untuk ikut berdoa rosario bersama warga lingkungan. Waktu itu ia masih berusia 2 tahun. Puji Tuhan, sejak saya masih kanak-kanak,orangtua saya mengajarkan saya untuk berdevosi kepada Bunda Maria. Setiap bulan Mei dan Oktober selalu diadakan doa rosario bersama di lingkunganorang tua saya secara bergilir dari rumah ke rumah selama 30-31 hari. Jadi kebiasaan baik ini kami kenalkan juga kepada Vidya. Saya ceritakan tentang Bunda Maria kepada Vidya dan tentang indahnya doa Rosario. Kami juga memperlihatkan gambar-gambar setiap peristiwa rosario. Puji Tuhan, ia bersukacita karena ikut merasa dekat dengan Bunda Maria. Pada usia 3 tahun, Vidya sudah berani mendaraskan Salam Maria kalau ikut doa rosario Lingkungan. Syukur kepada Allah

Apakah ada perkembangan positif yang ibu dapat lihat dari putri ibu setelah berdoa Rosario?

Iya Puji Tuhan, ada. Ia semakin rajin berdoa dan kadang mengajak bapak ibunya untuk doa rosario keluarga pada malam hari walaupun itu bukan  bulan Maria. Ia pun merasa Bunda Maria sering mendoakan dan “menolong”nya saat ia belajar di sekolah. Sekarang Vidya sudah mulai dilibatkan untuk  membacakan peristiwa-peristiwa -rosario dalam doa rosario di Lingkungan. Memang masih belajar dan butuh proses.

Pernahkah ada rasa bosan pada saat anak berdoa rosario, tidak fokus dan lain lain?

Namanya anak-anak, kadang pernah tidak fokus, apalagi saat doa di lingkungan bertemu temannya. Tapi Vidya mudah untuk diingatkan dan kembali fokus

Apakah ada kiat kiat khusus bagi orangtua lain yang dapat ibu sharingkan?

Orangtua jangan bosan-bosan mengajak anak berdevosi kepada Bunda Maria. Anak-anak butuh model/contoh yang baik dari orang di sekitarnya, terutama orangtua. Mereka juga butuh pengulangan, penjelasan tentang apa itu doa rosario dan perlu kesabaran agar anak mau berdoa rosario tanpa paksaan

Terimakasih ibu atas sharingnya semoga ini dapat menginspirasi umat paroki lainnya untuk dapat mengenalkan kepada anak tentang doa Rosario.

Demikianlah sharing kita semoga pengalaman dari Ibu Yanti semoga  dapat menginspirasi keluarga keluarga katolik khususnya di paroki. Selamat beraktivitas. Tuhan Memberkati Keluarga Bapak Yustinus Supoatmojo Widodo, Ibu Patricia Nielwiyanti, dan Lidwina Vidya Larasati. Amin.

 

You may also like...