PERLENGKAPAN DAN PETUGAS LITURGI

Minggu, 24 Mei 2020

Tema / Materi :  PERLENGKAPAN DAN PETUGAS LITURGI

Pendamping: Anna Evita Rosaria

Selamat pagi Anak-anak. Apa kabar? Semoga semua sehat ya. Jumpa lagi dalam pendampingan persiapan Komuni Pertama online. Pertemuan hari ini  didampingi Bu Evi. Materi tentang PERALATAN DAN PETUGAS LITURGI.

Sebelum memulai kegiatan hari ini marilah kita awali dengan berdoa.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin

Selamat pagi Bapa, kami mengucapkan puji syukur kepada-Mu karena telah menjaga kami sepanjang malam tadi. Bapa, sebentar lagi kami mau memulai pertemuan hari ini, berkatilah pertemuan kami dari awal hingga akhir pembelajaran ini sehingga kami dapat memahami tentang Perlengkapan dan Petugas Liturgi dan semakin dekat  dengan-Mu. Amin.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin

Anak-anakku yang terkasih, minggu yang lalu kita membahas tentang Gerak dan Sikap Tubuh dalam Liturgi, Bu Evi yakin Anak-anak sudah mulai paham bagaimana gerak dan sikap tubuh dalam Liturgi yang baik dan benar sesuai PUMR. Sekarang kita akan membahas tentang Perlengkapan dan Petugas Liturgi.

PERLENGKAPAN LITURGI

Pada waktu misa ada beberapa perlengkapan yang mendukung perayaan Ekaristi Peralatan tersebut sebagai berikut:

A. Peralatan/Bahan Liturgi Alami

  1. Air :

Air memiliki makna sinbolis untuk mengungkapkan pembersihan dosa dan penganugerahan keselamatan dan hidup baru. Hal ini tampak misalnya dalam liturgi baptisan.

  1. Roti dan Anggur

Roti dan Anggur dalam perayaan Ekaristi memiliki dua makna pertama menjadi lambang hasil bumi dan usaha manusia. Kedua menjadi lambang karunia hidup ilahi.

  1. Minyak

Minyak yang biasanya digunakan dalam lityrgi pada umumnya yang dibuat dari zaitun. Namun, karena sulitnya mencari tanaman zaitun, maka bisa digunakan minyak yang lain asal berasal dari tumbuh-tumbuhan. mInyak merupakan tanda daya kekuatan Allah yang menberi kekuatan bagi perjuangan hidup ini. (pemgurapan minyak pada katekumen dan penguatan) dan tanda penyertaan Allah dalam tugas kepemimpinan (tahbisan). Dalam liturgi dibedakan tiga macam minyak urapan: Oleum Infirmorum (OI) untuk orang sakit, Oleum Catechumenorum (OC) untuk katekumen, dan Sanctum Oleum Chrisma (SC) untuk baptisan, penguatan dan tahbisan suci.

  1. Api dan Terang

Api dan terang/cahaya memiliki makna yakni misteri Paskah Kristus yang melambangkan terang Kristus sensiri yang telah bangkit dari wafat-Nya, Ia telah menganugerahkan keselamatan dan menghalau kegelapan dan kuasa dosa.

  1. Dupa Ratus dan wangi-wangian

Dipakai dalam liturgi sebagai ungkapan penghormatan kepada Allah. Kalau Imam mendupai altar, tabernakel atau salib, sejatinya Imam sedang menyampaikan penghormatan kepada Allah sendiri.

  1. Garam dan Abu

Dalam liturgi, garam dipakai sebagai simbol pembersihan. Biasanya digunakan dalam liturgi baptisan dan pemberkatan air suci.

Abu biasanya dipakai pada hari Rabu Abu, untuk mengawali Masa Prapaskah. Abu digunakan untuk mengungkapkan rasa tobat dan penyesalan, pengakuan akan kerapuhan kita dan kelamahan kita. Abu juga melambangkan harapan akan kebangkitan.

B. Peralatan Liturgi Buatan

  1. Piala: tempat minum khusus untuk anggur
  2. Kain piala/purificatorium: serbet kecil untuk membersihkan piala.
  3. Sendok kecil/canting

Canting adalah sendok kecil yang digunakan imam untuk mengambil air dari ampul dan mencampurkannya dengan anggur yang berada di dalam piala.

  1. Patena: piring kecil, dimana hosti besar diletakkan.
  2. Palla: kain lenan putih yang diperkeras, sehingga, menjadi kaku seperti papan, bentuknya bujur sangkar, dipergunakan untuk menutup piala.
  3. Korporal: kain putih persegi empat yang digunakan sebagai alas piala.

Berikut susunan peralatan misa: piala – purifikatorium – canting – patena+hosti besar – palla – korporal

  1. Ampul: gelas kecil untuk tempat air dan anggur.
  2. Lavabo: wadah untuk cuci tangan.
  3. Sibori: bentuknya seperti piala, biasanya dengan tutup, untuk menempatkan hosti.
  4. Piksis: wadah kecil berbentuk bundar dengan engsel penutup untuk membawa hosti yang sudah dikonsekrasi. Biasanya digunakan oleh prodiakon untuk mengirim komuni kepada orang sakit atau lansia.
  5. Montrans (lunula, kustodia): wadah untuk memajang hosti yang sudah dikonsekrasi. Digunakan pada ibadat adorasi.
  6. Hisop dan Aspergilum: alat untuk memercikkan air suci.
  7. Wiruk/Turibukum: alatuntuk mendupai yang terbuat dari logam dan digantung dengan rantai.
  8. Navikula: wadah berbentuk seperti kapal untuk menaruh dupa.
  9. Kanderal dan Lilin: Kandelar tempat menancapkan lilin.

C. Busana Liturgi

Pedoman Umum Misale Romawi: “Gereja adalah Tubuh Kristus. Dalam Tubuh itu tidak semua anggota menjalankan tugas yang sama. Dalam Perayaan Ekaristi, tugas uang berbeda-beda itu dinyatakan lewat busana liturgis yang berbeda-beda. Jadi busana itu hendaknya menandakan tugas khusus masung-masing pelayan. Disamping itu, busana liturgis juga menambah keindahan perayaan liturgis.” (PUMR 335). Berikut beberapa busana liturgis utama :

  1. Alba: jubah panjang putih yang bisa dipakai imam arau prodiakon.
  2. Amik: berupa sehelai kain putih persegi empat, berbahan linen, dengan sambungan seperti pita, yang berfungsi sebagai simpul untuk mengencangkannya di seputar pundak imam.
  3. Singel: Tali yang berfungsi sebagai sabuk untuk mengencangkan alba.
  4. Stola: selempang di leher yang menandakan jabatan imamat.
  5. Kasula: Pakaian terluar imam dalam ibadat dengan warna mengikuti Tahun Liturgi.
  6. Dalmatik: sejenis kasula tetapi dengan tangan, biasanya dipakai oleh Diakon tertasbis dalam Liturgi ibadat.
  7. Superpli: sejenis jubah, tetapi hanya untuk bagian atas tubuh. Biasa dipakai oleh misdinar.
  8. Pluviale: kain mantel besar, indah, yang dikalungkan pada leher dari belakang dengan kancing rantai dari kedua sudut atau mantel.
  9. Velum: kain selubung ini digunakan dengan cara dikalungkan dari belakang dan digunakan pada punggung, velum digunakan oleh Imam atau Diakon untuk menyelubungi pegangan monstrans.
  10. Palium: seperti stola, tetapi digunakab melingkar dipundak, biasa dipakai Paus atau Uskup.

PETUGAS LITURGI

Dalam perayaan Ekaristi ada petugas yang terlibat penuh dalam perayaan. Petugas-petugas yang dimaksud adalah :

  1. Imam/Pastor: memimpin perayaan Ekaristi, yang tidak dapat digantikan/diwakili oleh orang yang tidak ditahbiskan sebagai imam.
  2. Prodiakon: membantu imam menerimakan komuni.
  1. Misdinar: melayani imam di altar selama perayaan Ekaristi berlangsung.
  2. Lektor: mwmbacakan Kitab Suxi Bacaan I dan II.
  3. Paduan Suara/Koor: menguringi peeayaan Ekaristi dengan nyanyian-nyantian Liturgi.
  4. Dirigen: memimpin paduan suara dan umat untuk menyanyikan lagu-lagu.
  5. Komentator: bertugas membacakan pengumuman dan doa umat.
  6. Petugas Kolektan: bertugas mengedarkan kantong kolekte dan juga sebagai petugas tata tertib untuk menjaga ketertiban selama perayaan Ekaristi.

Demikian Anak-anak materi pendampingan Komuni Pertama Online hari ini, semoga dapat membantu kita untuk lebih memahami Ekaristi khususnya tentang Perlengkapan dan Perugas Liturgi.  Marilah kita tutup pertemuan hari ini dengan berdoa.

sumber materi:

Pengajaran Iman Katolik, Peneribit Kanisius,

Petrus Danan W dan R.D. V. Rudy Hartono

You may also like...