Pesta Perak Lansia

Doa Dalam Gerak Tubuh

Minggu (28/2/2016), Lansia Paroki Blok B, Gereja Santo Yohanes Penginjil memperingati pesta perak, 25 tahun berdirinya. Seluruh Lansia Dekenat Selatan diundang. Acara pesta perak tersebut menghadirkan Moderator Umat Lanjut Usia Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Romo Martinus Hadiwijoyo, PR (Romo Hadi) yang juga sebagai Pastor Rekan Paroki Kalvari Lubang Buaya, Jakarta Timur, Imam kelahiran Yogyakarta, 68 tahun silam ini juga termasuk Lansia.

Kehadiran Romo Hadi memberikan ulasan tentang umur lanjut dari sisi teologis dan dari sisi kesehatan, memberikan penyadaran bahwa menjadi lanjut usia bukanlah beban bagi keluarga maupun umat. Umat lanjut usia harus tetap berkarya dalam Gereja. 65 orang Lansia yang hadir dicerahkan untuk tetap berkarya dengan bekal pengalaman rohani yang terakumulasi sejalan dengan bertambahnya umur, walaupun kondisi fisik menurun namun
kualitas hidup harus meningkat, karena badan tubuh kita adalah sarana, tempat ROH KUDUS berkarya, demikian ungkap Romo Hadi.

Dalam sesi terakhir ulasannya Romo Hadi memberikan wacana baru bagi Lansia yang hadir yaitu DOA DALAM GERAK TUBUH. Diceriterakan sejarah, latar belakang terciptanya doa dalam gerak tubuh, serta makna teologis termasuk pendapat positip dari Bapak Uskup Mgr.Ignatius Suharyo juga dijabarkan dalam seminar tersebut. Satu hal penting, menurut Romo Hadi, doa dalam gerak tubuh ini dalam sejarah Katolik pernah diajarkan oleh Santo Dominikus pada sekitar tahun 1280 M.

DOA DALAM GERAK TUBUH yang dipelopori Bapak/Ibu Badri, suatu judul yang tepat untuk Lansia yang ingin banyak berdoa dan juga merindukan gerak agar tubuh tetap berstamina. Tiga doa dalam gerak tubuh yang diperagakan yaitu : Tanda salib, Bapa kami, dan Salam Maria diperagakan oleh 7 orang Lansia Jagakarsa (Ibu Sukadi, Ibu Badri, Ibu Ratno, Ibu Madyo, Ibu Willy, Bapak Sukiran dan Bapak Sugiarso) mendapat sambutan spontan luar biasa, hadirin ikut berdoa, bergerak bersama yang dipandu Romo Hadi dengan abaaba Mas Ellen.

Tepat pukul 12.30 acara ditutup dengan misa Syukur dipersembahkan oleh Romo Hadi dan disambung dengan ramah tamah. 

►Blasius Tidar

admin

"Hidup ini seperti pensil yang pasti akan habis, tetapi meninggalkan tulisan-tulisan yang indah dalam kehidupan"

You may also like...