SIAPAKAH YESUS BAGIKU

Senin 29 Juni 2020

Renungan sabda Allah. (Matius 16:13-19)

Kisah Injil hari ini adalah tentang ujian iman yang diberikan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya, terutama Petrus, seorang dari murid-Nya yang dipersiapkan sebagai pengganti-Nya. Yesus akan mendirikan jemaat-Nya di atas batu karang atau kephas dan batu karang ini ialah Petrus. Ia yang dulunya bernama Simon, diganti Yesus menjadi Petrus yang berarti kephas, batu karang. Ketika para murid ditanya Yesus siapakah Dia, Petrus menjawab: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat 16:16). Mungkin karena pengetahuan Petrus belum sepenuhnya sempurna tentang siapa Yesus, maka jawabannya masih kurang lengkap. Pengertian Petrus tentang kata Mesias belum memadai. Yang ia bayangkan ialah bahwa Mesias itu adalah seorang yang mulia dan jaya, yang tidak dapat mengalami sengsara dan penderitaan. Tetapi Yesus segera menerangkan bahwa Ia adalah Mesias yang akan ditolak dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi, namun akan bangkit pada hari yang ketiga.

Yesus tidak tertarik pada apa dan bagaimanakah yang orang lain pikirkan tentang Dia, tetapi apa, siapa dan bagaimanakah Dia menurut kita masing-masing. Bagi sebagian orang, bahwa Yesus adalah seorang nabi dengan mengatakan bahwa Ia adalah Elia, Yeremia atau salah seorang dari nabi-nabi, memang tidak salah, karena tampak kuasa-Nya dalam mengajar dan membuat mukjizat. Tetapi Yesus ingin agar orang-orang memandang-Nya jauh lebih dalam daripada hanya sekedar anggapan diatas, yaitu bagi orang itu sendiri-sendiri siapakah Ia. Jawaban Petrus bahwa Ia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, sudah benar meskipun kurang mendalam. Yesus ingin agar murid-murid-Nya tahu bahwa Ia adalah Mesias yang harus menderita untuk menebus dosa.

Meskipun pengetahuan Petrus tentang Yesus masih kurang lengkap, Yesus mengatakan bahwa Perus berbahagia karena perkataan Petrus bukan datang dari Petrus sendiri, melainkan dari Bapa-Nya. Kita juga adalah para murid Yesus karena baptisan yang telah kita terima, namun kita juga kadang-kadang seperti Petrus. Iman kita akan Yesus terkadang terlalu dangkal. Yesus hanya kita anggap sebagai seorang tokoh sejarah. Setiap kali menyambut komuni pun, kita tidak merasakan bahwa Yesus sungguh-sungguh Tuhan, utusan Bapa, yang menebus dosa kita dan menyiapkan tempat bagi kita kelak di surga.

 

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

You may also like...