SUNGGUH BESAR KASIH ALLAH KEPADA KITA

Kamis 28 Mei 2020

Renungan sabda Allah. Yohanes. (17:20-26)

Santo Yohanes Penginjil menulis: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” ( Yoh 3:16)? Akhirnya Yesus datang ke dunia untuk melakukan kehendak Bapa-Nya guna menebus umat manusia dari dosa supaya mereka memperoleh keselamatan. Yesus melaksanakan tugas misi dari Bapa-Nya ini dengan sungguh-sungguh. Ia menyerahkan hidup-Nya melalui sengsara dan penderitaan sampai akhirnya mati di kayu salib. Ia menuntaskan karya misi-Nya dengan mengurbankan diri-Nya sehahis-habisnya.

Begitu juga besar kasih Yesus kepada kita sehingga Ia, sebelum naik ke surga, berkata kepada para murid-Nya bahwa Ia mengasihi mereka dan ingin tinggal di dalam mereka, seperti Bapa mengasihi Dia dan tinggal di dalam Dia. Ia juga menginginkan para murid-Nya agar mereka mengasihi Dia dan tinggal di dalam Dia, seperti Ia mengasihi Bapa-Nya dan tinggal  di dalam Bapa. Yesus ingin pula agar para murid bersatu dengan Dia seperti Ia bersatu dengan Bapa-Nya agar mereka dapat menikmati kemuliaan yang diberikan Bapa kepada-Nya. Yesus tidak hanya sekedar berbicara betapa Ia mengasihi murid-murid-Nya dan mengharapkan mereka juga mengasihi-Nya, tetapi Ia memperkuat hal ini dengan berdoa kepada Bapa-Nya.

Yesus mengibaratkan kasih-Nya kepada murid-Nya dengan berkata: “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yoh 15:13). dan hal itu akan Ia buktikan dengan mengalami sengsara, penderitaan dan kematian di kayu salib. Dengan begitu Ia menginginkan agar para murid-Nya juga saling mengasihi dengan mengurbankan diri seperti Ia sendiri menyerahkan nyawa-Nya. Demikian juga, kita hendaknya sebagai murid-murid Yesus mengasihi satu sama lain dengan sungguh-sungguh tanpa pamrih, karena Yesus lebih dulu mengasihi kita dengan teladan yang nyata. Ia tidak ingin kita hilang seperti Yudas yang telah menolak kasih-Nya dengan mengkhianati-Nya. Sekarang tinggal bagaimana reaksi kita terhadap keinginan Yesus ini. Maksud Yesus ialah agar kita semua sebagai murid-Nya kelak akan bersatu dengan-Nya dan Bapa-Nya di surga dalam kehidupan mulia dan abadi. Marilah kita selalu berdoa agar jangan sampai kita menolak kasih Yesus dengan memutuskan relasi kita dengan-Nya. Persatuan kita dengan Yesus karena kita mengasihi-Nya hendaklah kita wujudkan dengan mengasihi sesama kita.

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

 

You may also like...