YESUS GEMBALA YANG BAIK

Minggu 03 Mei 2020

Renungan sabda Allah. ( Yohanes 10:1-10 )

Gembala sering disebutkan dalam Kitab Suci, mulai dari buku yang pertama, Kejadian, sampai buku yang terakhir, Wahyu. (Kejadian 4:2; Wahyu 12:5). Tokoh-tokoh seperti Abraham, Musa, dan Raja Daud, adalah gembala. Sang pemazmur Daud dengan indah melukiskan tanggung jawab dan kekhawatiran seorang gembala yang baik.

Musa dulu adalah seorang gembala domba sebelum dipanggil Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir menuju tanah terjanji, Kanaan. Akhirnya Musa menjadi gembala bagi bangsa Israel dan mengantar bangsa itu menuju tanah terjanji. Ia gembala atau pemimpin baik dalam arti sosial maupun rohani bagi bangsa Israel. Ia membebaskan bangsa Israel dari perbudakan raja Firaun di Mesir dan membawa mereka ke tanah terjanji dimana mengalir madu dan susu. Meski begitu, banyak dari orang-orang Israel yang membangkang dan menolaknya.

Dalam Injil hari ini kita mengetahui bahwa Yesus adalah gembala bagi umat Israel yang pada waktu itu hidup di bawah tekanan pemimpin-pemimpin mereka, terutama para imam kepala yang membuat peraturan-peraturan yang menindas. Yesus berkata bahwa Ia adalah gembala dan sekaligus pintu gerbang yang mengantar orang-orang masuk ke kawanan domba (bangsa Israel). Yesus menamakan pemimpin-pemimpin itu sebagai pencuri karena mereka tidak masuk melalui pintu gerbang. Mereka hanya mencuri dan merusak. Mereka juga memaksa bangsanya untuk taat pada peraturan-peraturan yang memberatkan hidup sehingga mereka hidup dalam suasana mati. Tetapi Yesus, sang gembala itu, masuk melalui pintu gerbang dan memimpin bangsa Israel menuju padang rumput yang hijau.

Yesus adalah gembala yang baik. Kita adalah domba-domba-Nya. Gembala yang baik bersedia mengurbankan diri bagi domba- dombanya. Ia selalu memelihara mereka dan tidak tidak akan menelantarkan mereka. Bila ada hewan liar yang hendak memangsa mereka, gembala siap menghalaunya dengan mempertaruhkan nyawanya. Ia ingin domba-dombannya selamat sampai ke tempat tujuan terakhir, yaitu padang rumput yang hijau dimana berlimpah makanan. Demikian pula halnya dengan kita sebagai domba-domba Yesus. Demi keselamatan da kesejahteraan hidup kita, Yesus selaku menjaga dan memelihara jiwa kita dari segala hal-hal yang hendak merebut kita dari tangan-Nya.

 

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

 

 

You may also like...