YESUS, MESIAS, ANAK ALLAH YANG HIDUP

Jumat 05 Juni 2020

Renungan sabda Allah. (Markus 12:35-37)

Bagi orang Yahudi silsilah atau garis keturunan seseorang sangatlah penting. Jika ketahuan bahwa dalam diri seseorang terdapat darah yang bukan Yahudi, ia tidak lagi dianggap orang Yahudi. Apalagi jika seorang tokoh masyarakat ketahuan bahwa ia berdarah campuran, ketokohannya akan diragukan. Hal ini ditulis oleh pengarang Injil Lukas dan Matius . Matius memulai silsilah Yesus dari raja Daud dan Lukas mulai dari Yusuf. Mereka hendak menekankan bahwa Yesus adalah keturunan Raja Daud. Seperti kita ketahui, Daud adalah raja agung bangsa Yahudi yang pernah dengan menyatukan bangsa Yahudi dan membuat kerajaan Israel disegani bangsa bangsa sekitarnya.

Dalam Injil hari ini diceritakan bahwa ketika sedang mengajar di Bait Allah, Yesus berkata: “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?  Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?”. Yesus mengakui bahwa Ia adalah keturunan Daud secara hukum dan dalam hal ini para ahli Taurat itu tidak salah. Pada waktu itu bangsa Yahudi sedang menanti-nantikan datangnya seorang Mesias yang dipercaya akan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Para ahli Taurat mengajarkan bahwa Mesias yang sedang dinantikan oleh bangsa Yahudi adalah keturunan raja Daud, yang akan mengembalikan kejayaan kerajaan Israel seperti pada jaman raja Daud. Dengan demikian, kebanyakan orang Yahudi berpikiran bahwa Mesias yang mereka nantikan adalah seorang raja politik Israel yang jaya, yang akan mampu membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi.

Masalahnya ialah karena sudah terlanjur bahwa orang-orang Yahudi percaya bahwa Mesias yang mereka nantikan adalah seorang raja politik yang hebat, Yesus hendak meluruskan bahwa Mesias yang sesungguhnya ialah orang yang  diurapi Allah dan yang diutus ke dunia untuk membebaskan bangsa Israel dari penjajahan dosa seperti tertulis dalam Kitab Suci: “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara” (Yes 61:1).

Dalam Yesaya 9:6-7 juga dinubuatkan antara lain bahwa seorang anak telah lahir untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud.Dan bagi kita sendiri, Yesus menghendaki agar kita memandang Dia sebagai Mesias, Putera Allah yang hidup, seperti jawaban Petrus ketika Yesus bertanya siapa Dia. (Mat 16:16).

Renungan oleh Pak Chris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

You may also like...