YESUS SANTAPAN JIWA

Senin, 27 April 2020

Renungan sabda Allah. (Yohanes 6:22-29) .

Membaca Injil hari ini, kita diingatkan kata-kata Yesus: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat 4:4). Maksudnya adalah bahwa orang tidak seharusnya hanya memikirkan tentang kebutuhan jasmani saja, tetapi juga kebutuhan rohani. Yesus mengingatkan bahwa jika kita terlalu memikirkan kebutuhan jasmani, seperti makan misalnya, orang tidak akan pernah merasa puas; namun justeru akan ingin yang berlebihan, alias serakah. Keserakahan atau ketamakan adalah salah satu dari 7 dosa pokok manusia (avaratia).

Diceritakan dalam Injil hari ini, orang banyak mengikuti Yesus hanya ingin untuk mendapatkan makanan karena sehari sebelumnya, mereka sudah diberi makan roti dan ikan hingga kenyang dan sekarang pun mengharapkan lagi pembagian makanan. Mereka lupa bahwa Nabi Elisa pernah memperbanyak roti untuk seratus orang lebih (2 Raja-raja 4:42-44). Mereka juga tidak ingat nenek moyang mereka mendapatkan roti manna dari surga melalui Musa (Kel 16:15-17). Mereka tidak sampai berpikir siapa sesungguhnya yang memberi makanan itu. Jika saja mereka tidak memikirkan kebutuhan jasmani, tetapi juga rohani, seharusnya mereka bersyukur dan mulai berpikir bahwa Yesus adalah utusan Allah yang mencukupi kebutuan hidup mereka, baik jasmani maupun rohani. Mereka juga tak mampu menangkap tanda-tanda bahwa Yesus adalah Anak Manusia. Mereka melihat Yesus hanya dari satu sisi, yaitu bagaimana agar kebutuhan perut mereka terpenuhi. Padahal seharusnya mereka sudah mengerti bahwa Yesus yang telah membuat mukjizat dengan memperbanyak roti dan ikan adalah Allah sendiri.

Bagi kita sendiri, Yesus ingin mengatakan bahwa Ia adalah roti yang turun dari surga, yang memberi kepuasan kepada jiwa kita yang sering terasa kosong dan gersang. Semoga setiap menerima Ekaristi, kita selalu menyadari bahwa Yesus sungguh roti yang hidup, makanan rohani kita, santapan jiwa, yang akan membawa kita kepada kehidupan kekal. Peringatan keras diberikan Yesus kepada kita: “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan  sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yoh 6:27).

 

Renungan dari Pak Cris Nugroho

Seksi Katekese PJGRR

 

You may also like...