Ziarah Iman Lingkungan Paulus 3

Setelah melalui beberapa persiapan akhirnya Lingkungan Paulus 3 mengadakan Ziarek ke Gua Maria Kerep Ambarawa. Sabtu, 6 Februari 2016 di POM Bensin Sarpa/ Komplek Ganesha, warga Lingkungan Paulus 3 sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ziarek.

 Hari itu, hujan deras mengguyur Jakarta, namun antusias warga Paulus 3 untuk mengikuti ziarek sangat luar biasa. Setelah menunggu hingga pukul lima sore, akhirnya bus yang akan membawa rombongan ziarek pun berangkat.

Diawali dengan doa rombongan menuju tempat peziarahan. Diperjalanan banyak acara spontanitas dari warga yang membuat perjalanan ziarek cukup menyenangkan. Rombongan tiba di Ambarawa pukul lima pagi dan langsung menuju Susteran tempat untuk menginap. Dikarenakan Misa hari Minggu di Gereja Santo Yusuf (satu komplek) dimulai pukul 07.30, maka warga segera mempersiapkan diri untuk mengikuti perayaan ekaristi. Setelah misa, rombongan menuju ke Gua Maria Ambarawa untuk mengadakan Ziarah. Setibanya di area Gua Maria Ambawara, warga berkumpul sejenak untuk mendapatkan arahan dan persiapan ziarah. Ziarah diawali dengan doa Rosario bersama, dengan khusyuk warga Paulus 3 mengikuti doa Rosario. Udara sejuk sekitar lokasi yang sesekali berhembusan angin dingin serta suasana sekitar yang tenang membuat warga Paulus 3 yang mengikuti Rosario semakin meresapi tiap bait doa yang terucap.

Setelah doa Rosario warga lingkungan diberikan kesempatan untuk menghaturkan doa pribadi, ujub permohonan mereka di depan gua. Begitu juga bagi mereka yang mau mengambil air dari Gua Maria. Setelah mengikuti beberapa kegiatan di lokasi Gua Maria Ambarawa, rombongan melanjutkan acara rekreasi ke Museum dan Monumen Palagan Ambarawa dan Museum Kereta Api Ambarawa.

Monumen Palagan Ambarawa merupakan simbol untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan pada tanggal 12-15 Desember 1945. Monumen yang dibangun tahun 1973 ini kemudian diresmikan tanggal 15 Desember 1974 oleh Presiden Suharto ketika itu. Di museum Ambarawa terdapat peninggalan pemerintahan Belanda dan Jepang. Diantaranya, seragam tentara Belanda-Jepang-Indonesia, senjata perang dan yang paling menarik adalah terdapat pesawat Mustang Belanda yang berhasil di tembak jatuh oleh para pejuang Indonesia.

Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 25 02 dan B 25 03 buatan Maschinenfabriek Esslingen, serta B 51 12 buatan Hannoversche Maschinenbau AG sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 50 29, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik/Swiss Locomotive and Machine Works) di halaman museum. Museum kereta api Ambarawa didirikan pada tanggal 6 Oktober 1976. Museum ini melayani kereta wisata Ambarawa-Bedono (pp), Ambarawa-Tuntang (pp) dan lori wisata Ambarawa-Tuntang (pp). Kereta wisata Ambarawa-Bedono (pp) atau lebih dikenal sebagai Ambarawa Railway Mountain Tour. Kereta ini berangkat dari stasiun menuju Stasiun Tuntang yang berada sekitar 7 km dari museum. Di sepanjang jalan dapat dilihat lanskap menawan berupa sawah dan ladang dengan latar belakang Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Rawa Pening di kejauhan. Hhmm… pastinya sangat menarik berwisata dengan kereta.

Usai rekreasi rombongan kembali ke penginapan Susteran mempersiapkan diri untuk ibadat. Ibadat dimulai pukul 20.00 yang dipimpin oleh bapak Lambertus sebagai Seksi Liturgi Lingkungan. Dalam ibadat ini sungguh menyentuh hati akan arti-arti peziarahan yang dilakukan warga Lingkungan Paulus 3. Terlebih lagi sharing dari salah satu Suster dari penginapan tersebut. Dimana beliau banyak menyampaikan kabar gembira terlebih akan Gua Maria Kereb Ambarawa, sehingga menambah iman kepercayaan akan Bunda Maria. Dan ibadat cukup bermakna dengan adanya tanya jawab dan sharing dari warga. Kekeluargaan dan kebersamaan yang saling menguatkan antar warga. Ibadat ditutup pukul 22.00. Warga pun bergegas istirahat karena esok hari harus pulang ke Jakarta.

Acara ziarah dan rekreasi ini menjadi penyemangat iman serta menambah pengetahuan warga di Lingkungan Paulus 3. Semoga oleh-oleh rohani serta pengalaman yang menambah wawasan pengetahuan warga di Ambarawa dapat dibagikan ke umat Paroki Jagakarsa. AMIN.

murdi – pupung

You may also like...