PELAJARAN KOMUNI PERTAMA : BAGIAN-BAGIAN PERAYAAN EKARISTI

Pendampingan Komuni Pertama Online

Minggu, 10 Mei 2020

Materi pokok 15

BAGIAN-BAGIAN PERAYAAN EKARISTI

Pendamping:

Bapak Stefanus Jopie A. Kairupan

 

Selamat pagi anak-anakku. Selamat berjumpa lagi di Pendampingan Komuni Pertama Online bersama Pak Jopie. Tema hari ini tentang Bagian-bagian Perayaan Ekaristi, pokok tema 15 dari Buku Anak halaman 70-72.

Mengawali pertemuan, mari kita berdoa bersama, marilah kita membuat tanda kemenangan kita :

Doa Pembuka :

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin

Tuhan Yesus,

kami senang sekali boleh mempersiapkan diri untuk belajar dan kami akhirnya boleh mentambuttubuh-Mu. Sekarang kami harus lebih tekun mempersiapkan diri supaya kami lebih pantas menerima-Mu dalam hati kami. Amin.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Anak-anakku, perayaan Ekaristi terdiri dari dua bagian besar yang saling terkait, yaitu Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi. Yang pertama berpusat pada Alkitab, dan yang kedua, pada Tubuh dan Darah Kristus. Namun keduanya membentuk satu tindakan ibadat. Keduanya saling bergantung. Apa yang dicanangkan dalam Liturgi Sabda dirayakan dalam Liturgi Ekaristi. Kristus hadir dalam kedua bagian itu; pertama dalam Firman-Nya, kemudian dalam karya Ekaristi-Nya.

Kristus berkata bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Mat 4 : 4). Sabda Tuhan merupakan santapan kita sebelum kita menyantap roti Ekaristi, kita menerima Kristus dalam pembacaan Kitab Suci sebelum menerima-Nya dalam Komuni Kudus.

Marilah kita memahami bagian-bagian dalam tahap-tahap Perayaan Ekaristi :

Ritus Pembuka

sebelum memasuki Liturgi Sabda dan Ekaristi, Perayaan Ekaristi diawali dengan Ritus Pembuka. Tujuannya unruk membangun kebersamaan kita sebagai umat Allah dan membangun sikap rendah hati dengan mengakui bahwankita orang berdosa, oleh karena itu melandasi ibadat kita dengan sikap tobat. Ritus Pembuka ini mencakup hal-hal berikut :

  1. Nyanyian Pembuka dan Salam
  2. Tanda Salib mengungkapkan Iman akan Tritunggal Mahakudus
  3. Tobat
  4. Tuhan Kasihanilah, Kemuliaan, dan doa Pembuka

Jadi sikap dasar yang harus dibangun selama Ritus Pembuka adalah :

– menyadari kita menghadap Tuhan dalam kebersamaan dengan seluruh Tubuh Mistik Kristus

– Menghadap Tuhan dengan sikap tobat yang mendalam, dan dengan rendah hati mengakui semua dosa dan kesalahan, serta mohon bantuan seluruh umat agar Tuhan berkenan menyucikan hati kita.

– Memuji keagungan Tuhan Yang Maha Kasih dan selalu berkenan menerima setiap orang yang bertobat.

– Menyadari kehadiran Tuhan ditengah-tengah kita.

  1. LITURGI SABDA

Liturgi Sabda adalah merayakan apa yang telah dilakukan Allah bagi kita, sehingga kita bisa menanggapi Sabda-Nya itu dengan mempersembahkan diri pada bagian Perayaan Ekaristi kita.

Sikap dasar yang harus kita bangun selama Liturgi Sabda adalah :

– Dengan sikap dasar kebersamaan dan kerendahan hati (tobat), kita mendengarkan dengan cermat Sabda Tuhan ketika diwartakan.

– Mengambil pesan yang diwartakan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari.

– menanggapi Sabda Tuhan dengan mempersembahkan hidup kita.

  1. LITURGI EKARISTI

Kata “Ekaristi” berarti “ucapan syukur”. Oleh karena itu, dibagian kedua ini, kita bersyukur (berterima kasih) kepada Tuhan atas seluruh karya pendamaian dan keselamatan-Nya. Bagian-bagian dari Liturgi Ekaristi adalah sebagai  berikut :

  1. Persiapan Persembahan
  2. Doa Syukur Agung
  3. Konsekrasi
  4. Komuni Kudus

Sikap dasar yang harus dibangun selama Liturgi Ekaristi adalah sikap membuka hati untuk bersatu dengan Kristus :

– Dengan kebersamaan dan sikap tobat yang melandasi perjumpaan kita dengan Tuhan, dan diteguhkan dengan Sabda Tuhan dalam Liturgi Sabda, kita mempersembahkan hidup kita, khususnya dalam hal yang paling kita dambakan saat ini, untuk disatukan dengan persembahan Kristus.

– menyatukan diri dengan Kristus di dalam Ekaristi mencapai puncaknya pada saat Konsekrasi. Disitulah mukjizat terjadi karena roti dan anggur yang melambangkan hidup kita diterima oleh Kristus menjadi Tubuh dan Darah-Nya sendiri. Ini menyadarkan kita bahwa hidup kita menjadi hidup-Nya, karena hidup kita tidak boleh disia-siakan.

– Dalam persatuan itu, kita menyadari bahwa seluruh hidup kita memiliki nilai penebusan. Jika dilakukan bersama Kristus, dosa-dosa kita semakin dijauhkan dari hidup kita, dan kita semakin dekat dengan Kristus.

– Persatuan dengan Kristus dan sesama semakin diteguhkan pada saat kita menerima komuni kudus. Sabda Tuhan, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia akan tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,” benar-benar wujud secara nyata.

Ritus Penutup

Sebelum Ritus Penutup biasanya ada pengumuman gerejani. Imam menyampaikan amanat perayaan secara singkat dan dilanjutkan dengan berkat dan pengutusan. Lewat imam, Kristus mengatakan “Marilah Pergi! Kita Diutus.” artinya “Hayatilah dan wartakanlah sukasita Ekaristi! Hayatilah persembahan dirimu bersama Kristus!”.

Sikap yang harus kita bangun pada Ritus Penutup:

– Menghayati apa yang telah kita persembahkan kepada  Kristus dalam kehidupan sehari-hari dengan bercermin pada kurban Kristus sendiri.

– Melanjutkan persatuan kita dengan Kristus dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Demikianlah Anak-anakku materi pertemuan pokok hari ini sudah selesai, semoga kita lebih memaknai Perayaan Ekaristi karena akan mengubah hidup kita, hidup persatuan dengan Kristus. “Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal 2 : 20).

Marilah kita tutup pertemuan ini dengan berdoa :

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin

Ya Bapa yang baik, sekali lagi kami berterima kasih, karena kami telah Kau bimbing di dalam persiapan komuni pertama.Berkatilah kami semua, agar kami menjadi anak-anak-Mu yang baik, seperti yang Engkau harapkan.Ini semua kami panjatkan ke hadapan-Mu, dengan perantaraan Yesus Kristus Tuhan kami. Amin

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin

Salam Sehat. Damai dan Sejahtera selalu. Tuhan memberkati. Amin

 

 

You may also like...