Mengamalkan Pancasila

Seri mencintai Arah Dasar keuskupan Agung Jakarta (2) RUMUSAN ARAH DASAR KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA 2016-2020

I. Apakah Pancasila itu?

Pancasila adalah Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tercantum di dalam bagian Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 ( UUD 1945).

Pancasila terdiri dari 5 (lima) sila, yakni:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

II. Kapan dan siapa pencetus Pancasila?

Pancasila pertama kali dicetuskan oleh Soekarno, Presiden RI pertama pada tanggal 1 Juni 1945 yang sekarang diperingati sebagai Hari Kelahiran Pancasila.

III. Apa pandangan Gereja Katolik Indonesia mengenai Pancasila

Gereja katolik memandang Pancasila sebagai wadah kesatuan dan persatuan nasional dan menerima Pancasila sebagai landasan yang sungguh-sungguh dapat menjadi wadah pemersatu pelbagai golongan di dalam masyarakat Indonesia ( Lih. Dokumen KWI, Umat Katolik Indonesia dalam Masyarakat Pancasila)

IV. Mengapa Gereja Keuskupan Agung Jakarta perlu mengamalkan Pancasila?

Karena Pancasila adalah ungkapan nilai-nilai dasar hidup bernegara, yang berakar di dalam budaya dan sejarah suku-suku bangsa kita. Pancasila, baik secara keseluruhan maupun sila demi sila, mencanangkan nilai-nilai dasar hidup manusiawi, sejalan dengan nilai yang dikemukakan oleh ajaran dan pandangan Gereja Katolik ( Lihat Dokumen KWI, Umat Katolik Indonesia dalam masyarakat Pancasila)

V. Bagaimana cara mengamalkan Pancasila sebagai bagian dari Visi Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengamalkan Pancasila. Misalnya, menjalin dialog dan kerjasama yang konkrit lintas kelompok beriman; bergotong royong lintas kelompok etnis, ras, beriman, lapisan sosial demi kepentingan bersama; memberikan pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan pada masyarakat umum tanpa menbeda-bedakan. Selain itu, kita jugadapat memperjuangkan kesejahteraan masyarakat umum dan keadilan sosial melalui gerakan sosial dan aktivisme sosial yang konkrit; mengusahakan terwujudnya nilai-nilai kemanusiaan berlandaskan hak azasi manusia dengan berbela rasa dan bertindak nyata membela kelompok kelompok marjinal yang mengalami proses eksklusi dan eksploltasi seperti kelompok miskin kota, kelompok buruh, kelompok perempuan miskin, kelompok narapidana, kelompok penderita HIV/AIDS, dan lain-lain; turut aktif di dalam kehidupan berdemokrasi secara nyata seperti sebagai pengurus RT/RW, Kecamatan, Kelurahan, Kotamadya, Propinsi, maupun Nasional.
VI. Bagaimana Gereja Keuskupan Agung Jakarta bisa turut berperan di dalam menjadikan Pancasila sunguh-sungguh diterapkan di dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya, masyarakat Jakarta, Tangerang, Bekasi?

Pancasila perlu menjadi modal sosial dan modal kultural masyarakat Indonesia khususnya, masyarakat Jakarta, Tangerang, Bekasi, baik secara sila demi sila, maupun secara keseluruhan. Secara konkret, langkah paling utama dan pertama adalah, mewujudnyatakan rasa saling percaya (mutual trust) di antara berbagai elemen masyarakat baik secara individual maupun secara kelompok. Semua cara yang secara konkret bisa menumbuhkembangkan rasa saling percaya tersebut di dalam masyarakat perlu terus menerus tanpa henti dilakukan secara sungguh sungguh.

Oleh :
Francisia S. S. E. Seda